Pewarta : Ida
Kota Bandung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di usia ke – 81 tahun. Persoalan tersebut mencakup Lapangan Kerja, Infrastruktur, Pendidikan, Kesehatan hingga Lingkungan.
Dedi menyampaikan hal itu menjelang peringatan Hari Jadi ke – 81 Provinsi Jawa Barat. Ia mengakui pemerintah belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat secara sempurna.
Salah satu persoalan utama adalah keterbatasan lapangan kerja yang membuat sebagian warga Jawa Barat harus mencari penghasilan ke luar daerah bahkan luar negeri.
“Dan itu semua merupakan kesalahan saya sebagai Gubernur Jawa Barat karena belum bisa menyiapkan lapangan kerja yang terbuka, yang sangat banyak,” ujar Dedi.
Ke depan, Pemprov Jabar akan terus mendorong investasi untuk memperluas kesempatan kerja agar masyarakat dapat bekerja dan meningkatkan kesejahteraan di daerahnya sendiri.
Di Sektor Infrastruktur, Dedi menilai sejumlah jalan provinsi sudah relatif baik. Namun, kerusakan masih banyak ditemukan pada jalan kabupaten dan desa. Persoalan serupa juga terjadi pada Sektor Pendidikan, terutama masih adanya SD dan SMP yang rusak serta keterbatasan sekolah SMA dan SMK.
Sektor kesehatan juga menjadi perhatian. Dedi menyoroti masih adanya warga yang kesulitan membiayai pengobatan, termasuk pasien yang tidak memiliki BPJS atau membutuhkan layanan yang tidak sepenuhnya ditanggung.
Tak kalah penting, persoalan lingkungan seperti penggundulan hutan, sampah di sungai, abrasi dan aktivitas pertambangan turut menjadi pekerjaan rumah Pemprov Jabar.
Dedi menegaskan berbagai persoalan tersebut harus menjadi bahan evaluasi sekaligus pemacu pemerintah untuk bekerja lebih keras.
“Di 81 tahun ini kami sampaikan kami belum bisa memberikan seluruh kebutuhan masyarakat secara sempurna. Kekurangannya banyak sekali, pencapaiannya belum sesuai dengan harapan,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga Jawa Barat sekaligus memperkuat pembangunan di berbagai sektor.
“Jawa Barat milik kita semua. Mari kita rawat dan jaga untuk kepentingan seluruh warga,” pungkasnya.













