Ragam

Miris! Siswa SMPN 2 Ngamprah Patungan Perbaiki Kelas Rusak, Disdik Akui 29 Ruang Butuh Rehabilitasi

adminsigiku.com
×

Miris! Siswa SMPN 2 Ngamprah Patungan Perbaiki Kelas Rusak, Disdik Akui 29 Ruang Butuh Rehabilitasi

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Herlina SC

Kab. Bandung Barat — Kondisi fasilitas belajar di SMP Negeri 2 Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) memprihatinkan. Sejumlah siswa bahkan harus patungan menggunakan uang kas kelas untuk memperbaiki sendiri ruang belajar yang mengalami kerusakan.

Kerusakan ditemukan di sejumlah bagian ruang kelas, mulai dari tembok yang mengelupas, papan tulis rusak, kaca jendela, plafon, hingga lampu penerangan yang tidak berfungsi.

Seorang siswi kelas VIII berinisial R mengatakan, perbaikan tembok di ruang kelasnya dilakukan secara mandiri oleh para siswa. Mereka membeli semen dan pasir menggunakan uang kas kelas.

“Waktu Minggu kemarin dibenerin. Semen sama pasirnya dibeli dari uang kas. Habis sekitar Rp100 ribu lebih, terus yang mengerjakan dan mengecat juga kita,” kata R, Kamis (20/8/2026).

Menurut R, kerusakan tersebut bukan persoalan baru. Sejumlah fasilitas disebut sudah mengalami kerusakan sejak dirinya pertama kali masuk sekolah.

“Sudah lama rusak, waktu awal masuk ke sini juga sudah banyak yang ngelupas. Terus papan tulis juga jebol dari awal masuk,” ujarnya.

Persoalan tidak hanya terjadi pada bagian fisik ruang kelas. Kondisi penerangan juga menjadi keluhan siswa. Sejumlah lampu tidak berfungsi sehingga ruang kelas terasa gelap, terutama saat kegiatan belajar berlangsung pada pagi hari.

“Lampu juga tidak ada, tiap pagi gelap,” kata R.

Keluhan serupa disampaikan siswa lainnya, M. Ia berharap pihak terkait segera turun tangan memperbaiki fasilitas sekolah agar kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih nyaman dan siswa tidak perlu lagi memperbaiki fasilitas secara swadaya.

“Sudah bilang beberapa kali minta dibenerin, tapi belum dibenerin juga. Kalau diperbaiki mah jadi bagus biar belajarnya nyaman. Kalau gini mah nggak konsentrasi,” tutur M.

Disdik: 29 Ruang Kelas Sudah Diusulkan Direhabilitasi

Kepala Seksi Kelembagaan, Sarana, dan Prasarana SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Acon Supriatna, membenarkan kondisi kerusakan fasilitas di SMPN 2 Ngamprah.

Acon mengatakan, Pemkab Bandung Barat melalui Dinas Pendidikan telah mengusulkan rehabilitasi terhadap 29 ruang kelas di sekolah tersebut. Usulan itu diajukan sejak 2025 agar memperoleh bantuan perbaikan pada 2026.

“Soal bangunan SMP 2 ini memang kondisinya seperti ini. Ada 29 ruang kelas yang diusulkan untuk dilakukan perbaikan,” kata Acon.

Menurutnya, usulan rehabilitasi tersebut bukan sekadar administrasi. Tim dari kementerian bahkan telah turun melakukan survei langsung bersama pihak sekolah.

“Ini tahun 2025 sudah diusulkan untuk mendapatkan bantuan di 2026. Bahkan sudah disurvei juga oleh tim kementerian bersama kepala sekolah,” ujarnya.

Meski demikian, hingga kini realisasi rehabilitasi belum terlaksana karena masih menunggu program dan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

Acon berharap perbaikan terhadap puluhan ruang kelas tersebut dapat direalisasikan pada 2027.

“Ada sekitar 29 ruang yang diusulkan, mudah-mudahan tahun 2027 ada perbaikan dari pusat,” katanya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena ruang kelas merupakan fasilitas utama dalam menunjang proses pembelajaran. Sementara siswa SMPN 2 Ngamprah kini memilih mengambil inisiatif memperbaiki sebagian kerusakan dengan kemampuan mereka sendiri agar ruang belajar tetap dapat digunakan dengan lebih nyaman.