Pewarta : Ida
Kota Bandung – Bandung Open Tournament Pencak Silat Tingkat Nasional 2026 dipastikan akan berlangsung semakin semarak. Selain diikuti ribuan pesilat dari berbagai daerah di Indonesia, kejuaraan yang digagas Pengurus Cabang (Pengcab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Bandung itu juga menarik perhatian peserta dari mancanegara.
Tiga negara, yakni Kazakhstan, Malaysia, dan Uzbekistan, dipastikan ambil bagian dalam kejuaraan yang akan digelar pada 26 – 30 Agustus 2026 di GOR Bandung, Jalan Jakarta, Kota Bandung.
Mengusung tema “Spirit to the Olympics”, turnamen tersebut menjadi salah satu ajang besar pencak silat yang mempertemukan atlet dari berbagai kategori dan daerah.
Ketua Panitia Pelaksana yang juga Sekretaris Umum Pengcab IPSI Kota Bandung, Andra R. Malela, mengatakan ketiga negara tersebut menunjukkan antusiasme tinggi untuk tampil dalam kejuaraan di Kota Bandung.
“Ketiganya sangat antusias ikut kejuaraan di kita. Bahkan kalau tidak kita batasi, banyak negara lain yang akan ikut,” ujar Andra, Minggu (23/8/2026).
Menurutnya, ketertarikan peserta asing terhadap Bandung Open Tournament tidak terlepas dari atmosfer kejuaraan pencak silat di Kota Bandung yang dinilai semarak dan kompetitif.
“Mereka saya tanya kenapa ikut kejuaraan di Kota Bandung. Dijawab karena kejuaraannya semarak dan meriah. Ditambah pesilat Bandung memang berkualitas dan pantas mereka mencobanya,” jelasnya.
Andra yang juga merupakan pelatih silat nasional dan memiliki pengalaman melatih di sejumlah negara, termasuk kawasan Amerika Latin, mengatakan jumlah peserta yang telah terdaftar mencapai 2.126 pesilat.
Selain peserta dari tiga negara asing, sedikitnya 15 provinsi di Indonesia juga telah mengirimkan atletnya untuk mengikuti kejuaraan tersebut.
“Kami buka pendaftaran dan terakhir 6 Agustus 2026 kami tutup. Kalau tidak ditutup, jumlah peserta bisa semakin membludak,” katanya.
Besarnya antusiasme peserta menunjukkan bahwa Bandung Open Tournament mulai menjadi salah satu ajang yang diperhitungkan dalam kalender pembinaan dan kompetisi pencak silat.
Tak hanya menyiapkan persaingan di arena, panitia juga menyediakan hadiah spektakuler bagi para juara umum. Sebanyak dua unit sepeda motor Yamaha NMAX disiapkan sebagai penghargaan untuk juara umum kategori pemula dan juara umum kategori prestasi.
“Kami memberikan reward hadiah dua unit motor NMAX. Masing-masing untuk juara umum pemula dan juara umum prestasi. Hadiah ini juga hasil koordinasi kami dengan Ketua Umum Pak Cece Muharam,” tambahnya.
Turnamen ini juga memiliki nilai strategis bagi pembinaan atlet pencak silat Jawa Barat. Panitia akan memanfaatkan kejuaraan tersebut sebagai arena uji tanding bagi pesilat dari Kota dan Kabupaten Bandung menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Andra berharap seluruh atlet dan pelatih dapat memanfaatkan kejuaraan ini untuk meningkatkan pengalaman dan kualitas pertandingan.
“Atlet dan pelatih saya harapkan mendapatkan pengalaman bertanding sesuai harapan. Kompetisi harus berlangsung kompetitif dan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” pungkasnya.
Khusus bagi pesilat asal Kota Bandung, Bandung Open Tournament juga akan menjadi salah satu arena pemantauan untuk proses rekrutmen Program Atlet Andalan (PAL).
Melalui kejuaraan ini, IPSI Kota Bandung berharap dapat menemukan bibit-bibit potensial yang mampu memperkuat prestasi daerah, nasional, hingga membuka peluang bagi pesilat Indonesia untuk bersaing di panggung internasional.













