Pewarta : Gervan
Kab. Sumedang – Kasus kehilangan kendaraan bermotor (ranmor) yang kembali terjadi di Kabupaten Sumedang menjadi perhatian sejumlah pihak. Peristiwa tersebut dinilai tidak hanya menyisakan kerugian materi bagi korban, tetapi juga menjadi alarm bagi masyarakat agar kewaspadaan dan keamanan lingkungan kembali diperkuat.
Salah satu yang turut menunjukkan kepeduliannya adalah Hj. Yuslita Sumartini Bilqis, S.M., yang akrab disapa Bunda Bilqis. Ia memberikan perhatian kepada salah seorang warga Desa Serang, Kecamatan Cimalaka, berinisial SG, yang mengalami kehilangan kendaraan roda dua pada 24 Agustus 2026.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang tengah menghadapi musibah. Bagi Bunda Bilqis, perhatian terhadap korban bukan semata-mata persoalan bantuan materi, tetapi juga bentuk solidaritas agar masyarakat tidak merasa menghadapi persoalannya seorang diri.
Bunda Bilqis: Keamanan Jangan Menunggu Ada Korban
Bunda Bilqis menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang dialami SG. Menurutnya, kasus kehilangan kendaraan harus menjadi bahan evaluasi bersama, terutama dalam memperkuat sistem keamanan di lingkungan masyarakat.
“Saya turut prihatin atas musibah yang dialami warga. Bantuan ini tentu tidak dapat menggantikan kendaraan yang hilang, tetapi mudah-mudahan bisa sedikit meringankan beban dan menjadi bentuk kepedulian kepada korban,” ujar Bunda Bilqis, Sabtu (29/08/2026).
Ia menilai, kejadian kehilangan kendaraan tidak boleh hanya dilihat sebagai persoalan yang dialami satu orang. Jika kasus serupa terjadi berulang, menurutnya, perlu ada perhatian lebih serius terhadap kondisi keamanan lingkungan.
“Jangan sampai kita baru sibuk membicarakan keamanan setelah korban bertambah. Pencegahan harus dilakukan sejak sekarang. Masyarakat, pemerintah desa, maupun aparat keamanan harus sama-sama mengambil peran,” tegasnya.
Bunda Bilqis juga mengajak masyarakat untuk kembali membangun kepedulian antarwarga. Menurutnya, keamanan lingkungan tidak akan berjalan maksimal apabila hanya dibebankan kepada aparat.
“Kewaspadaan itu dimulai dari lingkungan kita sendiri. Kendaraan harus dipastikan berada di tempat yang aman, gunakan pengaman tambahan, dan yang tidak kalah penting adalah saling memperhatikan kondisi lingkungan,” katanya.
Siskamling dan Kepedulian Warga Perlu Diperkuat
Menurut Bunda Bilqis, penguatan keamanan lingkungan dapat dilakukan melalui langkah-langkah sederhana namun konsisten. Salah satunya dengan menghidupkan kembali komunikasi antarwarga serta meningkatkan pengawasan lingkungan, termasuk melalui kegiatan ronda atau sistem keamanan lingkungan.
Ia berharap masyarakat tidak bersikap apatis ketika melihat kondisi yang mencurigakan di sekitar tempat tinggal.
“Kalau ada sesuatu yang mencurigakan, jangan didiamkan. Bangun komunikasi dengan ketua RT, RW, pemerintah desa maupun pihak keamanan. Semakin cepat informasi disampaikan, semakin besar peluang untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Bunda Bilqis menambahkan, rasa aman merupakan kebutuhan seluruh masyarakat. Karena itu, upaya menjaga keamanan harus menjadi gerakan bersama dan tidak hanya dilakukan ketika kasus kriminalitas sudah terjadi.
Korban Berharap Kejadian Serupa Tidak Terulang
Sementara itu, SG mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan Bunda Bilqis setelah dirinya mengalami kehilangan kendaraan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bunda Bilqis yang sudah memberikan perhatian dan bantuan kepada saya. Bantuan ini sangat berarti bagi saya dan keluarga, terutama setelah mengalami musibah seperti ini,” ungkap SG.
Ia berharap kejadian kehilangan kendaraan yang dialaminya tidak kembali terjadi kepada warga lain.
“Mudah-mudahan tidak ada lagi warga yang mengalami kejadian seperti saya. Saya juga berharap masyarakat semakin waspada dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan,” tuturnya.
Jangan Menunggu Keamanan Menjadi Persoalan Besar
Peristiwa yang dialami SG menjadi pengingat bahwa keamanan lingkungan membutuhkan perhatian secara berkelanjutan. Masyarakat tidak seharusnya menunggu munculnya korban baru kemudian melakukan langkah pencegahan.
Bunda Bilqis pun mendorong agar kepedulian warga, peran pemerintah desa, serta koordinasi dengan aparat keamanan terus diperkuat.
Menurutnya, menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama.
“Yang paling penting adalah jangan menunggu sampai terjadi lagi. Lebih baik kita memperkuat kewaspadaan dan keamanan sejak sekarang daripada menyesal setelah ada korban berikutnya,” pungkas Bunda Bilqis.













