Ragam

Farhan Apresiasi Kreativitas Kirab Budaya HJKB ke – 216

adminsigiku.com
×

Farhan Apresiasi Kreativitas Kirab Budaya HJKB ke – 216

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Ida

Kota Bandung – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengapresiasi kreativitas aparatur sipil negara (ASN), warga, dan unsur kewilayahan dalam kirab budaya Hari Jadi ke – 216 Kota Bandung (HJKB), Senin (26/10/2026).

Farhan mengatakan, kirab budaya menjadi inovasi dalam menutup rangkaian HJKB tahun ini. Konsep tersebut menggantikan pawai mobil hias sebagai bentuk penyesuaian terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto agar perayaan dilaksanakan secara sederhana dan tidak berlebihan.

“Yang biasanya kita tutup rangkaian HJKB dengan rangkaian mobil hias, maka kita ubah menjadi jampana. Jampana serta kirab budaya kemarin menunjukkan kreativitas luar biasa dari seluruh ASN dan juga kewilayahan,” ujar Farhan di Plaza Balai Kota Bandung.

Menurutnya, setiap rombongan tidak hanya menampilkan kreativitas visual, tetapi juga membawa pesan budaya yang mencerminkan karakter dan identitas wilayah masing – masing.

Farhan secara khusus mengapresiasi rombongan Zorro yang menampilkan maket makam lengkap dengan karakter jurig – jurig, serta rombongan Rancasari yang mengangkat figur ratu dalam kreasi budayanya.

“Luar biasa. Kreativitas inilah yang sebetulnya diharapkan. Berjalan seiringan tapi membawa pesan yang kuat,” katanya.

Ia menilai kirab budaya tersebut menjadi gambaran keberagaman dan keterbukaan Kota Bandung dalam mengembangkan kegiatan kebudayaan.

Selain kirab budaya dan jampana, Kota Bandung juga menjadi tuan rumah Jambore Batik Jawa Barat selama tiga hari. Berbagai kegiatan itu dinilai memperkuat posisi Bandung sebagai ruang penyelenggaraan beragam acara budaya.

“Hal ini menunjukkan bahwa Kota Bandung adalah kota yang paling tepat untuk berbagai macam event budaya,” ujarnya.

Farhan menegaskan, pengembangan kebudayaan juga harus menjangkau masyarakat hingga tingkat kelurahan, bukan hanya berlangsung di ruang – ruang eksklusif.

Salah satunya melalui program Badaya Bandung Utama Ngabudaya yang digelar di Kelurahan Babakan Ciparay dan telah memasuki pelaksanaan ketiga.

“Event budaya ini tidak hanya terjadi di kalangan kelas elit saja, bahkan di kalangan masyarakat pun dilaksanakan,” tuturnya.

Ia menjelaskan, kegiatan Badaya Bandung Utama Ngabudaya sebelumnya telah dilaksanakan di wilayah Bandung Barat, Bandung Tengah, dan Bandung Timur.

Ke depan, Pemerintah Kota Bandung berupaya memperluas ruang pertunjukan bagi para seniman, khususnya seniman Sunda, agar semakin banyak masyarakat dapat menikmati sekaligus terlibat dalam kegiatan kebudayaan.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat pelestarian budaya sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kegiatan seni dan budaya di Kota Bandung.