Pewarta : Heri Kusnadi
Koran SINAR PAGI, Ogan Ilir,- Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Ogan Ilir kembali menggelar Debat Publik ke II bagi pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Ogan Ilir yang diselenggarakan di hotel Santika Primere Bandara Palembang, Rabu (25/11/20).
“Strategi Peningkatan Pelayanan Publik untuk Memacu Pembangunan Kabupaten Ogan Ilir” warnai suasana debat publik Lanjutan kali kedua ini.
Dari pantauan, debat publik yang digelar tersebut berdurasi 2 jam dan disiarkan secara langsung melalui media sosial Facebook (FB) KPU OI dengan tujuan agar masyarakat OI dapat menyaksikan tanpa harus datang ke lokasi, dimasa Pandemi Covid 19, harus menerapkan Protokol Kesehatan agar terhindar dati terpapar Virus Corona, serta tidak menciptakan kerumunan massa melebihi 50 Orang untuk menghindari Klaster baru.
Saat masing masing paslon bupati diberikan pertanyaan terkait strategi pelayanan publik, paslon Panca-Ardani menyampaikan sesuai dengan tema debat kali ini, dalam meningkatkan pelayanan publik dan juga menekan angka korupsi, kami akan menata kembali di bidang perizinan yang ada di OI.
“Seperti dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sebaiknya dilakukan dengan cara online saja. Jadi, baik yang meminta ijin dan memberikan ijin tidak harus bertatap muka, transaksi dilakukan dari rumah,” jawabnya kepada panelis.
Untuk Paslon Ilyas-Endang mengatakan, untuk menekan angka korupsi seharusnya dilakukan dengan cara menanamkan nilai nilai islami kepada anak anak usia dini.
“Pelaksanaan satu desa satu diniah agar bisa membangun jiwa manusia yang lebih baik, dan semua itu sudah kami laksanakan sekarang ini, tentunya dibantu oleh aparat penegak hukum seperti Inspektorat, Kejaksaan dan Kepolisian,” tukasnya.













