Ragam

SP3T Siap Menampung dan Membeli Gabah Petani dan Edi Keluhkan Banyak Petani Belum Punya Kartu Tani

adminsigiku.com
×

SP3T Siap Menampung dan Membeli Gabah Petani dan Edi Keluhkan Banyak Petani Belum Punya Kartu Tani

Sebarkan artikel ini

Pewarta : A Y Saputra

Koran SINAR PAGI, Kabupaten Ciamis – Dalam rangka memberdayakan pengusaha dan petani lokal, Sentra Pelayanan Padi Petani Terpadu (SP3T) membeli dan menampung semua gabah dari Petani yang ada di Kecamatan Lakbok dan Purwadadi, dengan harga yang sesuai dengan kualitas dan aturan Pemerintah.

Kegiatan pembelian gabah secara simbolis di gelar di Desa Bantardawa, Kecamatan Purwadadi,hadiri dalam acara tersebut Dandim 0613 Letkol Czi Dadan Ramdani, H. Edi Manager SP3T,Supriatna Gumilar, Anggota DPRD Ciamis Komisi D,Kepala Desa Bantardawa Dena dan tamu undangan perwakilan Ketua Gapoktan dari Kecamatan Lakbok dan Purwadadi.

Edi mengatakan,“Lakbok dan purwadadi merupakan lumbung padi di Kabupaten Ciamis,mayoritas penduduknya beraktifitas sebagai petani. Untuk itu SP3T siap bekerjasama menjalankan program pemerintah dalam Pemberdayaan dan Kesejahteraan petani dengan cara membeli gabah hasil pertanian mereka.

Pembelian Gabah kita berdasarkan Inpres saat ini hanya ada dua Katagori gabah yaitu GKP ( gabah kering Panen) dengan kadar air 4%katagori sudah masuk katagori harga Rp 4200/kg dan satu lagi GKG ( Gabah kering giling) kadar air 16% dan sudah masuk harga standar

Lanjut Edi ada hal yang cukup memberatkan bagi petani yaitu dengan harga pupuk yang sangat mahal,sedangkan berdasarkan hasil survai kami khususnya untuk Kecamatan Purwadadi masih Banyak para petani yang belum memiliki kartu tani sehingga mereka masih membeli pupuk harga mahal.

Letkol Dadan Ramdani Dandim 0613 Kabupaten Ciamis menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memberdayakan petani lokal dan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) terlaksana sesuai dengan yang diharapkan.

“Hari ini kita bersinergi dengan SP3T dan Supriyatna Gumilar Anggota DPRD Kabupaten Ciamis, untuk pembelian gabah dari petani lokal. Dan SP3T merupakan perusahaan yang ada dibawah binaan kodim 0613 ciamis,” jelasnya.

Supriyatna Gumilar saat di wawancara awak media mengatakan merasa bangga bisa bersinergi antara petani lokal dan SP3T. Sehingga pemberdayaan petani lokal bisa terlaksana sesuai dengan yang diharapkan,kegiatan ini merupakan contoh bagi para suplier yang ada di kabupaten ciamis.

“Semoga semua suplier bisa memberdayakan petani lokal. jangan sampai membeli gabah atau beras dari luar kabupaten ciamis.karena sesuai data yang ada, kebutuhan beras di kabupaten ciamis dapat terpenuhi untuk lima bulan kedepan. Ayo kita sukseskan program BPNT ini dengan mengembalikan ke Pedoman Umum (Pedum), sehingga KPM dapat menerima sesuai dengan hak nya,” pungkas Supriatna