Ragam

Kasus Covid-19 di Kota Bandung Terus Menurun, Banyak Rumah Sakit Nol Pasien Covid19

adminsigiku.com
×

Kasus Covid-19 di Kota Bandung Terus Menurun, Banyak Rumah Sakit Nol Pasien Covid19

Sebarkan artikel ini

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Kota Bandung)-, Banyaknya rumah sakit yang nol pasien covid19 menjadi bagian indikator, kasus covid 19 terus menurun di wilayah perkotaan. Saat ini kota Bandung sedang memberlakukan PPKM atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat level 3.

Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Ema Sumarna didampingi kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dr. Hj. Ahyani Raksanagara mengungkapkan meski kasus Covid-19 di Kota Bandung terus menurun. Satgas covid19 kota Bandung selalu menggelar evaluasi dan tetap menyesuaikan dengan regulasi dan kondisi.

“Kota Bandung sekarang kita terima (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) level 3, yang penting bagi kita bukan main di level, bagi kita itu adalah bagaimana progres kita harus terukur,” katanya usai melakukan monitoring vaksinasi Covid-19 di SMKN 15 Kota Bandung, Kamis (23 September 2021).

Berdasarkan indikator positivity rate 0,8 dan Bed Occupancy Rate (BOR) 12 persen maka kasus Covid-19 di Kota Bandung dinilai terkendali. Bahkan beberapa rumah sakit, banyak yang telah nol kasus tanpa pasien covid19.  “Momentum ini harus terus dijaga,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini tenaga kesehatan harus diutamakan agar selesai vaksinasi Covid-19 dosis ketiga. Saat ini telah mencapai 80 persen. “Kalau untuk masyarakat, dosis ketiga menunggu kebijakan dari Pemerintah lebih atas. Karena bagaimana pun juga tergantung dari ketersediaan vaksin,” ucapnya.

Ema mengungkapkan, sektor yang lain juga harus dievaluasi di antaranya pendidikan, ekonomi, dan kegiatan sosial. Termasuk memfasilitasi agar sektor-sektor tersebut berjalan dengan baik. “Saya pikir mereka (pelaku sektor ekonomi) itu tentunya harus semua difasilitasi,” kata Ema.

Ia menyampaikan, melawan Covid-19 itu tidak bisa hanya tergantung Satgas. Karena Satgas sifatnya sebagai fasilitator, menyiapkan regulator, serta melakukan fungsi pengawasan. “Tetapi dengan SDM yang terbatas, kita juga tidak mungkin bisa optimal. Makanya paling utama itu komitmen semua pihak. Dari individu, institusi, dan kelompok di masing-masing kegiatan berbagai sektor itu. Sehingga terbangun komitmen komunal, tindakan secara serempak, masif, punya rasa empati, tanggung jawab secara keseluruhan,” imbuhnya