Pewarta: Dwi Arifin
Koran SINAR PAGI (Kota Bandung0-, Sebanyak 45 kepala desa dari perwakilan desa-desa berkategori mandiri dan tertinggal atau yang mewakili secara luring dan juga DPMD Kabupaten/Kota se-Jawa Barat secara daring. Mengahadiri acara AKSARA (Akademi Desa Juara) di aula H. Mutawali, Kantor DPM-Desa Provinsi Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta Kota Bandung, pada hari Rabu, 29-30 September 2021. Kegiatan tersebut berlangsung selama 2 hari. Dengan menghadirkan 3 orang narasumber yaitu Guru Besar IPDN, Fernandes Simangunsong serta Ade Julius Rizky dan Nyoman Indra dari PT. Brain Capital Indonesia.
Perwakilan peserta saat diwawancarai media massa, Kepala Desa Panjalu, Kabupaten Ciamis, H. Yuyus Surya Adinegara mengungkapkan Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Alhamdulillah hari ini diundang ke DPMD Jabar, baru pertama masuk ke ruang aula kantor dinasnya. Terima kasih atas kesempatannya. Saya ini kepala desa yang menginjak 7 bulan jadi kepala desa Panjalu.
Saya ke sini ada undangan dari pihak DPMD provinsi, Alhamdulillah berkah bagi saya selaku kepala desa bisa menghadiri acara seperti ini yang dinamai Akademi Desa Juara. Hasilnya banyak ilmu yang saya dapat untuk menjadi modal mewujudkan harapan saya dalam 1 periode ini. Perihal perkembangan dan pembangunan Desa Panjalu bisa tercapai. Karena selama ini harapan dan mimpi Panjalu itu begitu banyak yang terpendam. Dengan ilmu yang didapat pemerintah desa dapat atau bisa mendongkrak yang sangat signifikan untuk pembangunan di desa.
Hal yang menarik baru didapat di hari ini dari narasumber Bapak Ade dan hari ini Pak Nyoman banyak banget kamus ilmu pengetahuan di kepala saya ini bertambah. Diantarnya tentang menejmen pikiran untuk mencari solusi dan cara seorang kepala desa memimpin desanya. Selain itu saya hanya bisa berharap dan berdoa. Semoga saya bisa mengaplikasikan ilmu keahlian dari kegiatan Aksara atau Akademi Desa juara ini.
Menurutnya saat ini masyarakat desa problemnya antar masyarakat desa ini variatif. Apalagi dengan perjalanan desa yang masing-masing punya karakter berbeda cara menghadapi masyarakat yang berbeda. Dari ilmu hasil acara ini, salah satunya bagaimana cara menghadapi masyarakat supaya terbentuk pembangunan yang butuh kondusifitas.
Khusus desa yang saya pimpin itu kedepannya ada perubahannya. Nanti dari segi kesinergisan antara konsep kepala desa dan respon masyarakat. Bagaimana masyarakat terbiasa menghargai tentang konsep seseorang Kepala Desa untuk pembangunan desanya. Karena kadang itu yang menjadi kendala selama ini. Bagi saya selaku kepala desa Panjalu salah satu penyebab terhambat pembangunan desanya adalah masalah pasca pemililhan kepala desa atau Pilkades. Sering kita denga ada senior-senior, selalu bicara Pilkades ini 6 tahun tidak akan beres dari dampak Pilkades pemerintahan desa dengan rakyatnya kurang harmonis. Di acara ini dibahas apa solusinya.
Mudah-mudahan ke depan akan ada rencana mengundang Pak Nyoman atau Pak Ade untuk bisa berkunjung ke desa. Tatap muka di desa kami dengan perangkat kami dan masyarakat kami. Mudah-mudahan mereka pun terbuka untuk sebuah kerjasama. Sinergi konsep dan lain sebagainya.
Menurut H.Yuyus kesuksesan memimpin desa sangat tergantung dari niat kita berangkat awalnya jadi kepala desa ini mau apa?… Jika ada niat baik bagi masyarakatnya. Insya Allah saya rasa semua kepala desa ingin membangun desa dan masyarakatnya memberikan yang terbaik sehingga dipermudah oleh Alloh Subhanahu Wa Ta‘ala untuk memimpinnya.
Semua kepala desa memiliki mimpinya sangat tinggi dan di sini saya mewakili kepala desa semuanya berharap peran Pemerintahan daerah pun saling mendukung untuk menselaraskan capaian indeks desa membangun dan SDGs Desa ini. Mari sama-sama kita wujudkan program pembangunan yang berkesinambungan. Misalnya tentang sebuah program berapa besar biaya yang dibutuhkan. Pemerintah daerah dan pemerintah Desa secara sportif saat bicara skala prioritas bukan hanya berdasarkan kedekatan.
Saya sangat prihatin dengan rekan peserta yang desanya yang sangat berharap dan butuh perbaikan infrastruktur jalan karena begitu parah kondisinya. Bagaimana mungkin bisa dengan secepatnya untuk membangkitkan masyarakatnya sendirian. Maka perlu profesionalisme dari dinas dari pemerintahan untuk apa yang terkandung dari IDM dapat diaplikasikan dengan baik dan benar
