Liputan Khusus

Mereka Yang Hadir Wisuda di Kampus Membawa Test PCR Sebelum Masuk

adminsigiku.com
×

Mereka Yang Hadir Wisuda di Kampus Membawa Test PCR Sebelum Masuk

Sebarkan artikel ini

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Kota Bandung)-, Universitas Widyatama menggelar wisuda ditengah pandemi Covid-19 secara hybrid. Berlangsung offline (tatap muka langsung) dengan protokol kesehatan yang ketat dan secara online melalui aplikasi zoom & youtube yang diikuti sekitar 721 mahasiswa. Mulai dari jenjang diploma, sarjana, pasca sarjana dan profesi mengikuti wisuda gelombang I tahun akademik 2021/2022 pada Sabtu (4/12/2021).

Sedangkan sebelumnya saat masa pandemi, kampusnya selalu menggelar kegiatan wisuda secara virtual atau dalam jaringan saja. Kegiatan wisuda di pusatkan di Gedung Serba Guna (GSG) UTama, Jalan Cikutra No 204-A, Kelurahan Sukapada, Kecamatan Cibeunying Kaler.

Rektor Universitas Widyatama, Prof. Obsatar Sinaga mengungkapkan, kegiatan pertama kali ini diadakan secara langsung. Sebelumnya panitia wisuda dapat info dan dukungan dari Gubernur sebagai ketua satgas covid19 tingkat provinsi. Beliau menjelaskan selama proses hingga protokol kesehatannya bagus atau disiplin ketat. Maka kita mendapatkan ijin untuk melaksanakan wisuda secara langsung seperti ini, jelasnya kepada wartawan media online dan cetak setelah wisuda terlaksana.

Menurutnya pihak panitia telah membahas dan menjelaskan tentang pelaksanaan wisuda itu kepada satgas covid19, hanya 25% sisanya dilakukan secara online. Dari total yang telah wisuda pada hari ini itu 721 orang. Khusus mereka yang hadir wisuda di kampus, semua peserta harus membawa test PCR atau polymerase chain reaction yang merupakan metode pemeriksaan virus SARS Co-2 dengan mendeteksi DNA virus.

Dan ternyata untuk sekarang, tidak sedikit atau banyak kampus mendapat dukungan dari Gubernur Jawa Barat untuk menggelar wisuda secara hybrid, selama prosesnya diterapkan secara baik.

“Kebetulan juga daerah kita sudah hijau statusnya, makanya kita coba dilangsungkan wisudanya secara hybrid,” kata Prof, Obi biasa disapa, usai kegiatan.

Saat ditanyakan kesiapan dan pelaksanaan Universitasnya melakukan perkuliahan tatap muka langsung. Rektor mengutarakan bahwa pihaknya selama ini terus melakukan prosesnya. Kalau secara persentase mahasiswa yang luring baru 30%. Terutama untuk praktikum.

“Kalau mahasiswa kami setiap masuk disuruh tes PCR tidak mau, karena biayanya mahal. Kami sedang berusaha minta bantuan Gubernur Jawa Barat mengijinkan untuk menggunakan tes genose tetapi sampai hari ini belum dapat alatnya. Yang masih bisa dilakukan secara daring tetap dilakukan perkuliahan secara daring. Pihak kampus telah menyedikan kualitas yang bagus termasuk memiliki kualitas server yang baik untuk kuliah daring. Sedangkan yang prioritas untuk tatap muka umumnya dari Fakultas Teknik,” imbuhnya.