Peristiwa

Tutupi Kewajiban Kepada Anggota, KGS Bakal Jual Asset Gedung Di Jalan Kartini. Ketua KGS : Hingga Kini Belum Laku

adminsigiku.com
×

Tutupi Kewajiban Kepada Anggota, KGS Bakal Jual Asset Gedung Di Jalan Kartini. Ketua KGS : Hingga Kini Belum Laku

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Jeky

Kabupaten Sumedang – Akibat tidak akan bisa memenuhi kewajiban mengembalikan simpanan modal simpanan  pokok dan wajib) kepada 300 anggota Koperasi Guru Sumedang (KGS) yang bakal keluar senilai Rp 2,5 Milyar maka KGS kini akan menjual asset nya berupa bangunan dan lahan seluas 800 meter persegi yang terletak di Jalan Kartini seberang kantor  KGS.

Hal itu diungkapkan Ketua KGS, H. Basar melalui Sekretaris KGS, Ading, saat ditemui koransinarpagiuara.com , di ruang kerja kantor KGS jalan Kartini No. 11 Sumedang. Namun diakui dia  hingga kini asset tersebut belum laku, Selasa, ( 28/12/21).

“Jumlah anggota yang akan keluar dari keanggotaan KGS sebanyak 300 anggota, dan kewajiban KGS untuk mengembalikan simpanan wajib untuk ke 300 anggpta tersebut mencapai angka  Rp 2, 5 Milyar”, ujar  Ketua KGS  disampaikan Sekretaris KGS,  Ading, di ruang kerjanya.

Alasan kenapa asset itu akan dijual diungkapkan Ading, pasalnya selama ini uang berputar berupa pinjaman  koperasi kepada anggota kini macet. Dan per Juni 2021 angka  kemacetan itu mencapai  77% dari 500 anggota peminjam. Sementara untuk jumlah keseluruhan anggota KGS jumlah nya mencapai  900 anggota.

“(Jadi) uang macet di anggota KGS kini mencapai Rp 2 Milyar – an. Akibat kemacetan itulah kini KGS tidak akan bisa mengembalikan uang anggota lainya yang akan keluar yang jumlah nya mencapai 300 orang dengan angka kewajiban Rp 2,5 Milya”, ucap nya

Kemacetan itu ucap Ading akibat para peminjam  tidak bisa mengembaikan hutang nya  yang dimulai sejak cara pembayaran gajih para guru  dialihkan ke  cara dibayarkan ke  rekening masing – masing   yang berjalan sejak tahun 2017.

“Sejak itu kami ( KGS) tidak bisa menerima setoran cicilan para anggota peminjam  lagi. Sebab kalau dulu kan langsung dipotong sama bendahara UPTD Pendidikan di tiap – tiap kecamatan, sekarang tidak bisa lagi karena langsung ke rekening masing – masing”, ungkap Ading.

Akibat itu maka  kata Ading,  cara untuk menutupi kewajiban KGS  mengembalikan uang anggota yang akan keluar mesti menjual asset yang ada. Namun dikatakan Ketua KGS, H. Basar , hingga kini asset itu belum laku.

“Ada penawar, tapi harga nya rendah, kita mau jual seharga Rp 7 Milyar, namun yang nawar paling di angka Rp 2 sampai Rp 3 Milyar saja”, pungkas nya.