Liputan Khusus

Memaknai Sumber Kekuatan Sejati Kepemimpinan Kadisdik Jawa Barat

adminsigiku.com
×

Memaknai Sumber Kekuatan Sejati Kepemimpinan Kadisdik Jawa Barat

Sebarkan artikel ini

Penulis: Dwi Arifin (Jurnalis Media Cetak & Online Koran SINAR PAGI)

H. Dedi Supendi S.STP, M.Si, Kepala Dinas Pendidkan Jawa Barat melalui media social Instagramnya @M.Dedi Supandhi sempat mengungkapkan “Kekuatan sejati dalam sebuah kepemimpinan terletak pada mendengarkan dengan hati, memiliki komitmen, serta kerendahan hati dalam memimpin. Seorang pemimpin yang baik juga, bukanlah seseorang yang memerintah, namun memberikan contoh dan melakukannya bersama dengan rekan kerja”

Menjadi seorang pemimpin yang bijak bukan hal yang mudah. Setiap orang dapat menjadi pemimpin, akan tetapi tidak semua orang memiliki tekad yang kuat, dedikasi yang tinggi, serta sifat pantang menyerah.

Ya Allah, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.

Menurut takwil penulis rangkaian kalimat yang ditulis dan disebarkan oleh H. Dedi Supendi S.STP, M.Si, Kepala Dinas Pendidkan Jawa Barat memiliki banyak makna yang mendalam. Mulai dari pentingnya manusia menguatkan fungsi atau peran hati dalam mengambil arah dan keputusan. Karena semua orang beragama sepakat bahwa “suara hati tidak pernah berdusta”. Sedangkan sikap rendah hati diantara sikap yang menjadi cermin hati manusia bersih atau tulus.

Selanjutnya perihal seorang pemimpin yang baik juga, bukanlah seseorang yang memerintah, namun memberikan contoh dan melakukannya bersama dengan rekan kerja. Mungkin karena saat ini banyak krisis kepemimpinan yang mampu hadir memberi contoh jumlahnya sedikit, tapi mereka yang hanya pandai memerintah jumlahnya lebih banyak. Sehingga berdampak pada menurunnya kualitas pemimpin yang hadir ditengah-tengah masyarakat.

Dalam ungkapan itu juga Kadisdik Jabar mengungkapkan perasaannya selama menjadi pemimpin. Bahwa menjadi pemimpin itu seharusnya memiliki tekad yang kuat, dedikasi yang tinggi, serta sifat pantang menyerah. Dan untuk menjadi seperti itu seorang pemimpin sudah semestinya sering berdo’a kepada Tuhan-Nya. Karena hakikat sumber kekuatan dan keberhasilan semuanya pemberian dari Alloh.

Maka kalau disimpulkan, seorang pemimpin yang dekat dengan Tuhan-Nya akan mampu menjaga amanahnya. Karena bukan hanya manusia yang akan mengawasinya dan membantunya. Tapi Tuhan-nya yang tidak pernah tidur dan maha penyayang kepada hambanya yang ingin mendekatkan diri pada-Nya, selalu akan membimbing langsung dalam setiap langkahnya.