AkademiaOPINI/Artikel

Nadiem Memerdekakan Layanan Pendidikan

adminsigiku.com
×

Nadiem Memerdekakan Layanan Pendidikan

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd
(Dewan Pembina PGRI)

Sosok Nadiem Makarim adalah menteri pendidikan termuda sepanjang sejarah republik ini berdiri. Kemunculannya membuat banyak pihak berpendapat. Tentu sejumlah silang pendapat dan pendapat silang silih berganti. Itulah realitas sudut pandang bagi para pesohor.

Kalau kita mau jujur diluar silang pendapat, berikut diantara gerakan Nadiem Makarim Memerdekakan layanan pendidikan di sekolahan. Pertama UN yang menyebabkan rusaknya mentalitas pelajar kita dan sekolah kita, kini tinggal kenangan.

Gegara UN entah apa yang akan terjadi pada masa depan anak didik kita “lulusan UN” yang penuh ketidakjujuran. UN adalah sebuah efisode buram dunia layanan pendidikan kita yang lahir dari kebijakan pemerintah. Memuja angka dan memvonis anak didik karena angka.

Kedua penguatan karakter di sekolahan, dimulai dengan gerakan pelaksana Program Sekolah Penggerak (PSP). Sekolah pelaksana PSP akan menjadi pelopor lahirnya anak didik Pancasilais. Kita ketahui sebelumnya tidak sedikit anak didik dan oknum pendidik yang alergi pada Pancasila.

Lulusan yang memiliki karakter profile pelajar Pancasila akan mampu menjadi warga masyarakat yang lebih baik. Kekuatan potensi akademik dan non akademik dipetakan secara proporsional pada setiap anak didik. Anak didik dilayani sesuai peminatan dan kesanggupannya.

Ketiga Merdeka Belajar efisode ke 16 saat ini cukup baik terkait akselerasi dan peningkatan pendanaan satuan pendidikan. Masalah lama anggaran dana pendidikan selalu telat, sama rata dan jelimet. Kini terobosan afirmatif dilakukan Nadiem Makarim.

Anggaran langsung ke rekening sekolah, ada peningkatan dana dan disesuaikan dengan indek kemahalan daerah. Indeks kontruksi, indeks anak didik menjadi pertimbangan akumulasi dana satuan pendidikan. Keadilan dalam mensuport dana satuan pendidikan adalah penting.

Tidak menyamakan bantuan pada sekolah 3T dengan sekolah kota. Tentu ada sejumlah sekolah yang lebih membutuhkan bantuan tangan pemerintah ditengah kesulitan yang luar biasa dalam melayani anak didik. Negara harus adil mewujudkan keadilan sosial bidang pendidikan.

Sosok Nadiem dengan segala keterbatasannya, punya niat baik dalam mengubah sengkarut layanan dunia pendidikan kita. Ia punya amanah berat dari Presiden untuk membenahi dunia layanan pendidikan kita. Plus tantangan berat kritik bernuansa politik yang ditujukan pada pemerintah.

Sebagai guru, praktisi pendidikan dan aktivis organisasi profesi guru sosok Nadiem telah memberikan sejumlah jawaban atas sengkarut layanan dunia pendidikan kita. Semoga dunia layanan pendidikan kita semakin membaik dan menemukan kemerdekaan yang benar-benar merdeka.

Setidaknya Nadiem Makarim sudah memerdekakan sejumlah soalan di atas yang sebelumnya sulit beranjak. Selamat berjuang Mas Menteri. Maju terus perbaiki dunia pendidikan Indonesia. Merdekakan masyarakat masa depan dengan layanan merdeka belajar mulai saat ini!