Pewarta: Dwi Arifin
Koran SINAR PAGI (Kabupaten Bandung)-, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Margahayu mengadakan kunjungan kerja ke desa Margahayu Selatan. Kegiatan itu dalam rangka menilai inovasi posyandu dan 10 program PKK sebagai persiapan lomba tingkat Kabupaten.
Sekertaris Desa, Margahayu Selatan Kecamatan Margahayu, Farhan Taufik Akbar S.E menyampaikan hari ini Desa Margahayu Selatan, sedang dalam tahap penilaian lomba inovasi dan 10 program PKK, ekpos dan penilaiannya tadi sudah berlangsung di aula desa dan penilaian lapangan. Kebetulan strata Posyandu ini sudah multi fungsi, pelayanan olahraga, kesehatan dan kegiatan masyarakat lainnya berjalan rutin. Semoga dengan penilain ini kita termasuk sebagai peserta yang dilombakan ke tingkat kabupaten Bandung.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Margahayu, D. Aidah Ischak mengungkapkan Alhamdulillah, ekpos inovasi, dan cek administrasi, hanya ada koreksi atau kekurangan sedikit yang perlu diperbaiki. Kalau lihat tadi saat penilaian kadernya kompak terutama di lima meja perihal admistrasi. Dan ada perubahan hingga perkembangan wawasan dan layanan dari para kadernya.
Menurutnya penilaian itu berdasarkan instrumenya dari pemerintah daerah kabupaten Bandung, penilaiannya sama ke setiap desa-desa di Kecamatan Margahayu untuk dipilih yang terbaik mewakili kecamatan. Kalau posyandu dan 10 program PKK, Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, Gotong Royong, Pangan, Sandang, Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga, Pendidikan dan Ketrampilan, Kesehatan, Pengembangan Kehidupan Berkoperasi, Kelestarian Lingkungan Hidup, dan Perencanaan Sehat, bagus nilainya kita bina untuk maju lomba tingkat kabupaten.
Saya meyarankan agar Posyandu terus tingkatkan inovasinya, seperti inovasi mobil layanan keliling, sodakoh sampah yang bisa didaur ulang lalu dikelola bank sampah dan inovasinya diberi nama yang mudah disosialisasikan ke masyarakat. Inovasi itu untuk bekal maju ditingkat kabupaten, intinya harus banyak inovasi unggulan atau kolaborasi PKK dengan tokoh masyarakat, Karang taruna dan lembaga desa lainnya. Untuk mensukseskan program Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga / UP2K, Pola Hidup Bersih dan Sehat / PHBS, ekonomi, kesehatan, dan pendidikan usia dininya.

Informasi yang dihimpun koransinarpagijuara.com di lokasi kunjungan kerja Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kecamatan Margahayu ke desa Margahayu Selatan, berlangsung ke Posyandu di Rw XIV Komplek Margahayu Kencana, rumah sehat dan ke lokasi Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek, di jalan Manglid No.60, Desa Margahayu Selatan.
Pengelola Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek, Maman Subasman menjelaskan tentang pengelolaannya, khusus produksi pengembangan sendiri, sedangkan bibitnya ada yang dari luar kota, dan untuk pemasaran, selain perorangan, ada juga pemesanan dari pelaku usaha mikro, dan kita juga sebagai Suplier ke pengusaha tanaman hias diantaranya ke Lanud Sulaiman.

Menurutnya ada 50 jenis tanaman yang dijualnya, mulai dari yang sempat ramai di pasaran, seperti Aglonema, Begonia, Keladi dan Monstera, harganya lumayan. Harga paling mahal tanaman hias misalnya monstera ada yang 400 ribu, Aglonema 300 ribu, sedangkan untuk bonsai ada yang puluhan juta.
Selain menjual tanaman hias , bonsai, dan tanaman buah, perlengkapan tanaman, kami juga menyediakan perawatan tanaman, dan jasa dekorasi taman, ungkapnya.
