OPINI/Artikel

Anies Baswedan Memimpin Dengan Hati

adminsigiku.com
×

Anies Baswedan Memimpin Dengan Hati

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dr. H. Adi Dasmin, MM
(Ketua PGRI DKI Jakarta)

Memimpin adalah melayani. Memimpin adalah mengabdi pada masyarakat. Memimpin adalah memberikan rasa adil. Memimpin adalah menghargai dan menghormati orang-orang berjasa. Sebagai warga DKI Jakarta, Saya salut dan bangga pada kepemimpinan Anies Baswedan sebaqgai Gubernur DKI Jakarta.

Kebanggaan yang sangat menyentuh adalah membebaskan bea Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi para veteran dan keluarganya. Ini sangat baik dan memuliakan para pejuang kemerdekaan dan keluarganya. Mereka layak hidup lebih baik dan tidak terbebani PBB. Merekalah para pejuang di tanah air kita.

Anies Baswedan mengatakan, “Semua keluarga veteran, keluarga pahlawan, keluarga orang yang berjasa kepada bangsa dan negara, mereka dibebaskan dari PBB sehingga para purnawirawan, para pensiunan pegawai negeri tidak terusir dari rumahnya karena tidak mampu membayar pajak di Jakarta ini dari hari ke hari terus meningkat.”

Sungguh sebuah kepemimpinan yang humanis dan afirmatif terhadap warga masyarakat DKI Jakarta yang berjasa pada bangsa dan negara. Anies Baswedan nampaknya sangat menyadari bahwa keberadaan kita semua hari ini, bisa sukses dan menikmati hidup, khususnya di DKI Jakarta adalah terkait jasa mereka.

Ungkapan cukup mencubit dari Anies Baswedan dan bisa menginspirasi para kepala daerah lainnya di Indonesia, yakni bahwa para veteran dan orang berjasa “Bukan sekadar didoakan saat upacara tapi diringankan hidupnya, khususnya saat di masa tua dan juga keluarganya.” Ini sangat baik, bukan hanya doa untuk mereka tapi aksi kebijakan yang afirmatif, adil dan humamis.

Dasar negara kita Pancasila. Sila kemanusiaan dan keadilan benar-benar diterapkan oleh Gubernur Anies Baswedan pada masyarakatnya. Orang-orang berjasa di negeri ini sangat layak dihormati, dihargai dan diperlakukan adil. Jangan sampai mereka dulu berjuang untuk bangsa dan negara tapi saat ini hidup penuh beban.

Alangkah tidak eloknya bila orang yang tak berjasa atau tidak andil berjuang pada bangsa ini hidupnya lebih sejahtera. Sementara orang-orang yang sangat berjasa dan keluarganya hidup penuh beban oleh sejumlah kewajiban yang harus dibayarkan. Jasa dan pengorbanan mereka pada masa lalu nilainya lebih tinggi dari PBB.

Anies Baswedan memperluas pembebasan pajak bagi warga Ibu Kota, setelah sebelumnya Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di bawah Rp 1 miliar bebas pajak PBB, kini bebas pajak PBB juga diberikan kepada guru hingga mantan presiden. Terutama kepada entitas guru, Saya sebagai Ketua PGRI DKI Jakarta tentu sangat apresiatif pada Anies Baswedan.

Guru adalah pejuang peradaban. Guru lah yang membuat semua umat manusia bisa calistungtur. Bisa baca, tulis, hitung dan bertutur. Guru dengan segala keterbatasannya, terutama guru honorer, berjuang untuk bangsa dalam bidang SDM. Faktanya di era saat ini SDM lah, modal bangsa dan setiap bangsa menuju sebuah kejayaan.

Guru adalah pertahanan bangsa di zaman modern. Guru saat ini setiap saat “berperang” dengan tantangan kemajuan zaman dan tuntutan perubahan. Para veteran dulu berjuang dalam peperangan fisik, bersenjata, maka para guru saat ini berperang secara kebudayaan. Berperang melawan tuntutan dan tantangan zaman yang lebih sulit dan kompleks. Bukan perang fisik lagi melainkan perang non fisik dalam berbagai bentuk “serangan” perubahan kebudayaan dan dampak kemajuan teknologi.

Pergub No 42 Tahun 2019 tentang Pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Kepada Guru dan Tenaga Pendidikan, Dosen dan Tenaga Kependidikan Tinggi, Veteran RI, Perintis Kemerdekaan, Penerima Gelar Pahlawan, Penerima Tanda Kehormatan, Mantan Presiden/Wapres, Mantan Gubernur/Wagub, Purnawirawan TNI/Polri, dan Pensiunan PNS. Menjelaskan bahwa Gubernur Anies Baswedan benar-benar memimpin dengan hati.

Bila para pemimpin di negeri ini punya hati dan mampu meraba hati rakyatnya sungguh negeri ini akan berkah. Sosok Anies Baswedan telah meraba hati rakyat DKI Jakarta dan dari hatinya yang paling dalam, benar-benar sangat menghormati dan memuliakan warganya. Pemimpin seperti inilah yang diharapkan rakyat kita. Memimpin dengan hati, punya hati dan hati-hati dalam melayani rakyat.