Pewarta: Dwi Arifin
Koran SINAR PAGI (Ciamis)-, Kepala Desa Berprestasi bersama Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia / APDESI Kabupaten Ciamis menilai perlunya ada tambahan bantuan dari pemerintah daerah untuk pembangunan di wilayahnya. Khususnya bagi kepala desa berprestasi atau desa yang memiliki potensi unggulan yang sudah dikenal di tingkat provinsi, nasional hingga internasional.
Kepala Desa Ciomas Kecamatan Panjalu Ciamis, Yoyo Wahyono, Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia / APDESI Kabupaten Ciamis periode 2020-2025 menyampaikan, “saat ini pemerintah provinsi telah telah membantu dengan memberikan bantuan keungan senilai Rp. 130 jutaan setiap tahunnya. Anggaran tersebut untuk pembangunan insfakstruktur dan tunjungan kinerja aparat desa. Saya mewakili kepala desa di Ciamis mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Jabar,” ucapnya saat wawancara bersama media cetak dan online di kantor desa Panjalu (16-3-2022)
“Kami ucapkan terimakasih juga kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa ( DPMD ) Kabupaten Ciamis dan DPMD Jabar yang telah membantu untuk menyalurkan bantuan keuangan dari pemerintah provinsi Jawa Barat” ucapnya.
Yoyo Wahyono bersama kepala desa di Ciamis mengungkapkan khusus di tahun 2023 nanti di masa akhir jabatan Gubernur Jabar. Apdesi berharap dimohon kalau bisa kenapa tidak, setiap desa diberi mobil maskara. Dari data yang ada setiap tahunnya pembagian mobil maskara ke Ciamis, masih sedikit. Hanya puluhan desa yang memperolehnya dari total 258 desa.
Selanjutnya perihal bantuan keungan untuk desa dari pemerintah provinsi, sudah semestinya ada kenaikan pada tahun 2023. Apalagi gubernur punya program desa perbatasan antar provinsi, dan Ciamis termasuk wilayah perbatasan.
Selain itu Desa Panjalu yang ada di Ciamis, kedepannya ditargetkan bisa meraih juara indeks desa membangun atau IDM di tingkat nasional di tahun selanjutnya. Agar pemerintah desa lebih semangat berjuang untuk dinilai layak juara. Maka perlu ada pengambangan dan kemajuan potensi di desanya. Karena di Panjalu ini, ada Situ Lengkong dan termasuk desa wisata di Jabar yang setiap hari di kunjungi dari berbagai daerah.

“Maka tolong fasilitasi wisata Panjalu dengan anggaran yang luar biasa. Kira-kira Rp. 40-50 miliar cukuplah untuk penataan kawasan Situ Lengkong Panjalu yang hampir ramai setiap hari dikunjungi oleh masyarakat dari Jawa Tengah Jawa, Timur dan mancanegara datang ke desa Panjalu. Maka Apdesi mohon bantuan penataan untuk membangun Panjalu kedepannya,” harapnya
Hal yang sama diungkapkan Kepala Desa, dari desa Panjalu, Kabupaten Ciamis, H. Yuyus Surya Adinegara menurutnya seharusnya pemerintah daerah ikut serta membangun desa yang memiliki tempat wisata religi yang bernilai sejarah kerajaan. Seperti Situ Lengkong yang ada di Panjalu ini, sejak dahulu sampai sekarang jutaan orang telah berkunjung ke sini untuk berdo’a. Mereka dari luar daerah bahkan mancanegara. Sudah semestinya pemerintah daerah kabupaten dan provinsi lebih sinergis untuk membangunnya. Agar tempatnya lebih indah dan keasrian wilayahnya tetap terjaga.

Karena kalau dilihat di sekitar Situ Lengkong ada masjid 3 lantai yang selama 7 tahun tidak terawat dan tidak ada kelanjutan pembangunannya. Lalu sedimentasinya kedalaman airnya semakin berkurang dari tahun ke tahun. Dan lokasi pinggiran danaunya perlu direvitalisasi. Untuk memperbaiki kondisi itu jelas butuh dana miliaran sebagai modal membangunnya. Saya yakin ketika dibangun akan menambah pendapatan asli daerah dan juga menjadi kebanggaan di masa depan bagi masyarakat Ciamis dan Jawa Barat, ungkapnya kepala desa peraih indeks desa membangun tertinggi di Jabar tahun 2021.
