Oleh: Dedeh (Ibu Rumah Tangga)
Kata Islam moderat sering kita baca atau dengar diperbincangkan di berbagai media dan di berbagai kalangan, mulai dari pendidik, termasuk guru agama,mahasiswa,kaum milenial, hingga kalangan pesantren. Arti moderat sebagaimana yang ada dalam buku yang di keluarkan oleh Rand Corporation tahun 2007 berjudul Building Moderate Muslim Network, ketika menggambarkan karakteristik muslim moderat adalah orang yang menyebarluaskan dimensi- dimensi kunci peradaban demokrasi. Sehingga Islam moderat adalah Islam yang mengadopsi sistem demokrasi, dan pemahaman- pemahaman islam yang di sesuaikan dengan pemikiran,pemahaman,dan peradaban barat.
Pemahaman islam moderat lalu di bungkus dengan istilah islam wasathiyah. Padahal Wasathiyah sendiri di ambil dari istilah al-Quran, yaitu dalam QS.al-Baqarah(2):143). Namun istilah wasathiyah ini hanya di comot dan di jadikan sebagai wadah sementara isinya di jejali dengan pemahaman islam moderat yang tidak lain adalah islam yang sesuai selera barat. Padahal makna umat islam sebagai umatan wasathan,yakni umat yang adil. Adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya,yakni sesuai syariah. Syariah yang termaktub dalam Al Qur’an sebagai pedoman hidup dari Al Khaliq, Allah SWT, untuk kita gunakan dalam menjalani hidup dan mengelola kehidupan dunia ini. Bukan malah menganut paham paham barat yang jelas-jelas bertentangan dengan syari’ah, salah adalah menempatkan manusia sebagai pembuat hukum (aturan).
Jika seorang muslim mengambil islam dan syariahnya sacara kaffah, itulah takwa yang sebenar- benarnya, dengan menjalankan semua yang diperintahkan semaksimal kemampuan dan meninggalkan apa yang dilarang,serta menolong dan membela agamanya. Bukankah takwa ini yang menjadikan manusia mulia di hadapan Allah SWT? Sebagaimana yang tercantum dalam QS Al Hujurat;13:” Wahai manusia! sungguh kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan kemudian kami jadikan kamu berbangsa- bangsa dan bersuku – suku agar kamu saling mengenal sungguh yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa, sungguh Allah maha mengetahui maha teliti.
wallahu a’lam bis sawab
