Pewarta: Dwi Arifin
Koran SINAR PAGI (Kabupaten Bandung)-, Pemerintah desa Margahayu Tengah menyalurkan sebagian keuntungan dari pendapatan asli desa yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Marga Bhakti Persada untuk memakmurkan masjid dan memberikan bantuan beasiswa Pendidikan formal atau pesantren.
Kepala Desa Margahayu Tengah, Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung, Drs. Asep Zaenal Mahmud menyampaikan “Alhamdulillah tahun ini bisa menggelar kembali Forum Silaturahmi Ulama Umaro (FSUU) Desa Margahayu Tengah ke-28. Dengan menghadirkan narasumber untuk membimbing umaro dan ulama di desa langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung, H. Abdurrohim S.Ag, M.Si. Sekaligus simbolis penyerahan 12 beasiswa santri / pelajar dari sumber pendapatan asli desa sebanyak Rp. 4.200.000 setiap penerimanya. Mudah-mudahan menjadi barokah untuk semua warga,” ungkapnya kepada warga melalui akun media sosial pribadinya

Menurutnya bantuan beasiswa santri pelajar ini berangkat dari keprihatinan melihat generasi-generasi muda yang sementara ini kurang tersentuhan pendidikan keagamaannya. Maka bantuan tersebut mulai diprogramkan sejak 2014, diawali hanya 3 orang kemudian 6, lalu 9 orang, bertambah sampai 12 orang dan tahun kemarin kita bisa memberikan kepada 15 orang. Bantuan itu sumbernya dari pendapatan asli desa atau keuntungan badan usaha desa pengelolaan air bersih. Bantuannya senilai Rp.350.000 bulan, totalnya kurang lebih sekitar Rp.50 juta yang dibagikan.
“Programnya diminati oleh masyarakat. Mungkin kalau saya analisa, santri- santri ini bercerita ke teman-temanya atau disuruh oleh orang tuanya untuk mengikuti program tersebut. Dan mereka membayangkan Pendidikan pesantren lebih cocok untuk mereka. Kami juga mengarahkan mereka untuk mengikuti program formal kesetaraan Pendidikan paket B atau C, tidak hanya pesantren saja ditempat yang mereka pilih,” katanya kepada media cetak dan online di ruang kerjanya (30-6-2022)
Kades Margahayu Tengah juga menyampaikan sementara ini mereka dibebaskan untuk mencari Pesantren sendiri, karena biasanya orang tua mengarahkan ke pesantren sesuai dengan keinginan mereka. “Dari data yang ada santrinya tersebar di berbagai Pesantren sekitar Jawa Barat ada yang di Tasik, Sumedang, Cililin Bandung Barat, dan ada yang memilih ke Ciwidey Kabupaten Bandung. Terserah mereka, karena mereka harus membawa brosur dari pesantren tersebut dan juga kuitansi penerimaan uang itu dari pesantren. Jadi bukan diterima oleh orang tuanya, bukti pembayaran itu untuk bahan laporan kepada masyarakat,” ucapnya
Sedangkan kriteria penerima beasiswanya, diprioritaskan untuk warga yang kurang mampu atau yang setengah mampu, tapi mau menerima beasiswanya. Karena kita menghormati keinginan mereka yang ingin mendalami ilmu agama untuk anaknya.

Asep Zaenal menyatakan selain beasiswa itu untuk pemerintah desa juga meyalurkan program kesejahteraan bagi guru yang tidak menerima bantuan dari program lain. Khususnya untuk guru-guru Madrasah Diniyah. Setiap tahunnya kami menganggarkan di APBDesa, walaupun nilainya tidak seberapa Rp.100.000 per bulan atau per tahun Rp.1.200.000 pergurunya. Mereka penerimanya ialah guru yang ada di Madrasah Diniyah di Margahayu Tengah, ada sekitar 14 Madrasah. Namun pemerintah desa hanya bisa membantu sekitar 2-3 orang guru di setiap Madrasahnya. Terutama yang memang belum menerima bantuan guru ngaji dari kabupaten Bandung atau belum pernah dapat bantuan dari program lainnya.
“Sumber bantuannya dari Dana Desa bersamaan juga dengan Pendapatan asli desa untuk membantu guru PAUD atau insentif untuk para kader Posyandu. Selanjutnya kita pun memberikan bantuan dana biaya operasional Dewan Kemakmuran Masjid atau mushola dari pendapatan asli desa, karena masjid-masjid itu tidak bisa diberi bantuan oprasional rutin dari pemerintah langsung. Totalnya ada 15 Mesjid Jam’i, kita bantu sebesar Rp.1.000.000 per tahun dan untuk mushola Rp.500.000, totalnya ada 32 penerima,” ungkapnya

Asep lebih lanjut menyampaikan pada saat penyerahannya dihadiri langsung kepala Kemenag yang baru, sambil silahturahmi dengan ulama dan umaro di desa ini. Acara seperti itu sudah rutin 3 bulan satu kali ada silahturahmi ulama umaronya. “Kehadiran kepala Kemenag ke desa, karena diundang secara pribadi. Kebetulan beliau pernah tugas di Margahayu, sehingga ada riwayat tugas di wilayah ini, jadi sekalian nostalgia di sela-sela kesibukannya mengemban jabatannya,” katanya
“Intinya melalui program ini, diharapkan kedepannya jangan sampai tidak ada penerus yang adzan, iqomah, dan Imam salat wajib di masjid yang sudah terbangun. Semoga program ini menumbuhkan kesholehan sosial atau menguatkan iman dan taqwa warga di desa. Mohon do’anya dari warga agar pemerintah desa dapat amanah dan istiqomah untuk terus memajukan desa kedepannya,” harapnya
http://www.koransinarpagijuara.com/2022/06/05/melalui-konsep-pentahelix-pemerintah-desa-kolaborasi-dengan-media-massa/













