Pewarta : Iwan Brata
Kabupaten Lahat – Antisivasi terjadinya Karhutla, Manggala Agni Daops Sumatera XVI/Lahat giatkan patroli terpadu pencegahan kebakaran hutan dan lahan bersama instansi terkait di wilayah Kecamatan Gumay Ulu, Kabupaten Lahat dan sekitarnya, Selasa (19/07/2022).
Kepala Manggala Agni Daops Sumatera XVI/Lahat, Edi Satriawan, S.P mengatakan, untuk meningkatkan kesiapsiagaan akan bahaya bencana karhutla, berbagai kegiatan harus dilakukan, salah satunya melaksanakan patroli secara mandiri maupun secara terpadu baik ditingkat provinsi, kabupaten, kecamatan hingga di desa – desa agar dalam upaya pencegahan karhutla dapat benar-benar maksimal.
“Untuk melaksanakan kegiatan tersebut tentunya dukungan dari berbagai pihak instansi terkait baik dari TNI, Polri, Pemerintah Provinsi hingga Pemerintahan desa, itu benar – benar sangat diperlukan perannya, sehingga kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan sesuai apa yang diharapkan kita semua, dalam mewujudkan langit biru bebas asap, khususnya untuk kabupaten lahat kita tercinta ini,” katanya.
Edi menambahkan, wilayah Kecamatan Gumay Ulu Kabupaten Lahat memiliki tofografi dataran tinggi dan memiliki lahan tidur yang tergolong banyak sehingga bahan bakaran yang banyak berpotensi rawan karhutla apabila memasuki musim kemarau.
“Kita melakukan patroli terpadu Karhutla bersama instansi terkait berharap pencegahan lebih awal dapat menekan titik laju terjadinya karhutla di wilayah tersebut dan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, sehingga paradigma yang ada selama ini membuka lahan dengan cara dibakar beralih dengan menerapkan pembukaan lahan tanpa bakar,” tambah Edi.
Sementara Topan Tendiansa, S.H, Ketua Tim Patroli Terpadu menambahkan, kegiatan patroli ini dilaksanakan selama satu bulan full di wilayah Kecamatan Gumay Ulu Kabupaten Lahat dimana terdiri dari tiga fase dengan beranggotakan dari Manggala Agni Daops Sumatera XVI/Lahat,TNI, Polri, dan Satgas Karhutla atau Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Tanjung Raja.
“Kegiatan ini sudah berjalan pada tanggal 13 Juli 2022 hingga 11 Agustus 2022,” ungkapnya.
Disebutkan, kegiatan patroli terpadu Karhutla ini meliputi, pengecekan kondisi lahan yang berpotensi rawan karhutla di wilayah Kecamatan Gumay Ulu Kabupaten Lahat baik uji remas serasah, uji daun tunggal, kondisi jenis tanah hingga inventarisasi sumber air yang dimana bertujuan agar mengetahui tingkat potensi kerawanan karhutla di wilayah tersebut.
Selain itu lanjutnya, dilakukan juga anjangsana kepada masyarakat desa jangkau patroli untuk menyampaikan secara langsung larangan membuka hutan dan lahan dengan cara dibakar sekaligus menjelaskan dampak serta akibat terjadinya karhutla yang di peroleh oleh masyarakat itu sendiri, tuturnya.













