Ragam

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Maluku Minta Pemda Mal-Teng Segera Meninjau Infrastruktur Sekolah Yang Rusak

adminsigiku.com
×

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Maluku Minta Pemda Mal-Teng Segera Meninjau Infrastruktur Sekolah Yang Rusak

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Roy P

Kota Ambon – Usai melakukan kunjungan ke beberapa sekolah di wilayah Kabupaten Maluku Tengah, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Rofik Afifudin meminta Pemerintah Daerah Maluku Tengah untuk turun langsung melihat kondisi sesungguhnya sekolah – sekolah tersebut.

Kunjungan Komisi IV DPRD Propinsi Maluku tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas bangunan, ketersediaan tenaga guru, dan jumlah ruangan yang terpakai, serta infrastruktur yang dibutuhkan.

“Rata-rata bangunan sekolah yang dikunjungi, kulaitas konstruksinya pasti tidak akan tahan lama, misalnya saja Gedung SMA Muhammadiyah Masohi, Sekolah Negeri 22 Mal-Teng dan beberapa sekolah lainnya,” ungkapnya.

Pasalnya, lanjut Rofik, bahan – bangunan yang digunakan kualitasnya kurang bagus.

“Untuk bagian atap misalnya, mereka tidak menggunakan spandek, tapi paku seng biasa, ini tidak serasi, sehingga ketika dihadapkan pada musim penghujan dengan intensitas tinggi, air akan mudah merembes ke kayu, ini yang menyebabkan kayu cepat lapuk dan konstruksinya tidak akan bertahan lama,” tuturnya

Selain itu, ujar Rofik, plafon gedung sekolah juga sudah berwarna gelap, jadi ketika plafon hendak diganti, maka harus ada hitungan matang, jika tidak, maka akan sama saja dengan kondisi yang terjadi saat ini.

“Rembesan air membuat plafon berubah warna, ini entah salah siapa, kontraktor pelaksana ataukah perencanaan,” ucapnya kesal.

Selain itu, imbuhnya, persoalan juga terlihat pada lampu diruang belajar yang tidak lagi menyala, mungkin sering terkena air hujan, sikhawatirkan terjadi konsleting listrik.

Sementara untuk saptic tank hanya berukuran 50×1 cm, menurutnya, luas ini tidak sebanding dengan jumlah siswa yang ada di sekolah yang bersangkutan.

Berkaitan dengan banyaknya temuan dilapangan, ia memintah Pemeritah Daerah Maluku Tengah untuk membuka mata dan telinga, melihat kondisi sesungguhnya dilapangan.

“Kondisi seperti ini tentu akan berpengaruh pada anak-anak bangsa yang tengah mencari ilmu,” pungkasnya.