Ragam

Diana Risqiyati Profil Pelajar Pancasila Yang Gemar Berdo’a dan Berkarya

adminsigiku.com
×

Diana Risqiyati Profil Pelajar Pancasila Yang Gemar Berdo’a dan Berkarya

Sebarkan artikel ini

Pewarta: Dwi/Deni

Koran SINAR PAGI (Bandung Barat)-, Profil Pelajar Pancasila sesuai Visi dan Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagaimana tertuang dalam dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024.

Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utamanya beriman, bertakwa kepada Tuhan, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

Diana Risqiyati Profil Pelajar Pancasila dari SMAN 1 Lembang pada acara hari kemerdekaan ke 77 tahun ini menampilkan 5 lukisan yang dipajangkan untuk memeriahkan perayaan hari Kemerdekaan bersama antara pelajar Indonesia, Mahasiwa, dosen dari Universitas Sains Malaysia dan Hiroshima University. Lukisannya ada yang bertema sejarah kemerdekaan, tempat sejarah lawang sewu, bangunan perkantoran yang terletak di seberang Tugu Muda, Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, yang dibangun sebagai kantor pusat Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Bangunan ini berstatus sebagai aset Kereta Api Indonesia (KAI), karena merupakan buah dari perebutan NIS oleh Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI) pada masa Perang Kemerdekaan. Saat ini bangunan tersebut dijadikan sebagai museum dan galeri sejarah perkeretaapian oleh Unit Pusat Pelestarian dan Desain Arsitektur dan KAI Wisata.

Selain itu ada karya lukis yang menampilkan keindahan alam musim gugur, dan lukisan yang terinspirasi dari memadukan antara indahnya kemerdekaan ke 77 dengan susana alam Indonesia.

Menurutnya dalam proses melukis harus ada mood atau suasana hati yang mendukung agar inspirasi atau karyanya maksimal. Satu gambar lukisan itu bisa sampai menghabiskan 4-12 jam, tergantung suasana hati dan target keindahan atau makna lukisannya. Jadi kalau sedang tidak semangat melukis jangan dilanjutkan, karena kalau tidak benar-benar menghayati hasil lukisnya akan jelek.

Kebetulan ayah itu seniman Mural yang dikenal sebagai pelukisan khusus di dinding, langit-langit atau di permukaan datar, cembung dan cekung yang biasanya berskala besar. Jadi bahan-bahannya mudah didapat dan bakat lukis ini kelihatannya turunan dari ayah. “Tadi bahagia banget, lukisan yang dipajangnya di lihat langsung lalu diajak foto bareng sama mahasiswa/dosen yang dari Jepang,”ungkapnya

Diana Risqiyati  menceritakan kisah awal menyukai kebiasaan melukisnya. “Dahulu itu saya suka lomba bahkan masuk ke tingkat provinsi dan nasional, jadi atletik tri Lomba dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional. Walaupun dalam keadaan sakit, sehingga dari lomba itu menimbulkan beberapa masalah. Sekarang kelas 12 lebih suka melukis dan aktif di masjid bersama IKRISMA (Ikatan Remaja Islam Masjid Al-Amanah) SMAN 1 Lembang . Intinya ingin hijrah dari masa lalu, alhamdulillah sekarang juga terbiasa banyak berdo’a untuk mendekat diri kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala” ucapnya pelajar yang sempat menjelejahi seni tari dan silat, namun sekarang tidak melanjutkannya, karena ingin lebih banyak waktu di masjid sekolah.

Ada hikmahnya saat Alloh menguji dengan Bipolar atau suatu gangguan yang berhubungan dengan perubahan suasana hati mulai dari posisi terendah depresif, tertekan, panik, bahkan sampai putus asa melanjutkan kehidupan. “Alhamdulillah sekarang sudah normal dan terasa lebih tenang. Bakat-bakat lain juga yang banyak terpendam mulai bermunculan” ungkapnya pelajar yang berpakian cendrung seperti santriwati & berkacamata bening bulat sambil senyum riang, seolah-olah lebih menikmati jalan hidupnya saat ini.

Informasi yang dihimpun koransianrpagijuara.com, karya lukis Diana Risqiyati mengunakan bahan dasar kanfas dan Cat akrilik atau cat yang cepat kering terbuat dari pigmen tersuspensi dalam emulsi polimer akrilik. Cat akrilik larut dalam air, tetapi menjadi tahan air saat kering. Tergantung pada seberapa banyak cat diencerkan dengan air, atau dimodifikasi dengan gel akrilik, media, atau pasta, lukisan akrilik jadi dapat menyerupai cat air, gouache atau lukisan minyak, atau memiliki karakteristik uniknya sendiri yang tidak dapat dicapai dengan media lain. Hasil karya lukisan cat air biasanya bersifat sangat ekspresif, atau sebaliknya sangat impresif, tergantung teknik yang digunakan.

https://www.koransinarpagijuara.com/2022/08/18/kenalkan-profil-pelajar-pancasila-ke-negara-lain-sman-1-lembang-hut-ri-ke-77-bersama-mahasiswa-dosen-malaysia-jepang/#google_vignette

https://www.koransinarpagijuara.com/2022/08/04/wanita-ulama-gemar-berorganisasi-berkarya-tulis-raih-beasiswa-doktoral-kemenag-ri/

http://www.koransinarpagijuara.com/2022/07/25/kurikulum-merdeka-masagi-targetkan-lulusan-siswa-yang-berpikir-global-berkarakter-pancasila/

https://www.koransinarpagijuara.com/2021/12/24/koran-sinar-pagi-programkan-30-menit-weekend-bersama-kadisdik-jawa-barat/