Pewarta: Dwi Arifin
Koran SINAR PAGI (Kota Cimahi)-, Rektor Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan / IKIP Siliwangi, Prof. Dr. Hj. Euis Eti Rohaeti, M.Pd mentargetkan kampus yang dipimpinnya memiliki akreditasi unggul. Saat ini berdasarkan keputusan dari BAN-PT No. 210/SK/BAN-PT/Akred/PT/V/2018, mengenai terakreditasinya institusi IKIP Siliwangi meraih predikat “B”.
Prof. Dr. Hj. Euis Eti Rohaeti, M.Pd, Rektor IKIP Siliwangi menjelaskan saat ini ada 7000 mahasiswa yang kuliah di kelas reguler dan non reguler. Mereka adalah mahasiswa S-1 dan S-2 yang tersebar di fakultas, jurusan, dan program studi kelas di Magister Pendidikan Matematika, Magister Pendidikan Masyarakat, Magister Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Matematika, Pendidikan Masyarakat, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Guru PAUD, Pendidikan Guru SD, Bimbingan dan Konseling, dan Pendidikan Profesi Guru (PPG). “Selain itu menurut LLDIKTI Jabar Banten, kampus IKIP Siliwangi termasuk perguruan tinggi yang menerima jumlah mahasiswa beasiswa Kartu Indonesia Pintar terbanyak dan menerapkan program Uang Kuliah Tunggal ,” jelasnya saat wawancara bersama media cetak dan online di Gedung Rektorat Jl. Terusan Jendral Sudirman, Kec. Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat (1/9/2022)

Khusus program UKT atau Uang Kuliah Tunggal yang merupakan sebuah sistem pembayaran subsidi silang dan saat ini berlaku untuk seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia, berdasarkan Permendikbud No. 55 Tahun 2013. “Ada sekitar 2000 mahasiswa yang memperoleh program tersebut, sebagai dukungan kebijakan untuk membantu dan meringankan biaya pendidikan mahasiswa berdasarkan kemampuan ekonominya. Sedangkan perihal program Kartu Indonesia Pintar tahun ini ada 70 mahasiwa yang memilih kuliah di IKIP Siliwangi,” ungkapnya
“Kampus ini sudah dikenal masyarakat sebagai kampus untuk kalangan ekonomi menengah ke bawah. Pembayaran biaya pendidikannya dapat dicicil sesuai kemampuan agar tidak memberatkan saat awal mahasiswa diterima hingga lulus kuliah di IKIP Siliwangi,” katanya Rektor kelahiran Sumedang, 9 Desember 1968
Prof. Dr. Hj. Euis Eti Rohaeti, M.Pd melalui IKIP Siliwangi berupaya memberikan layanan pendidikan terbaiknya bagi setiap lulusan IKIP Siliwangi. Mereka harus memiliki ciri khas kemampuan berbahasa Inggris yang baik, ahli dalam memanfaatkan teknologi, inovatif, kolaboratif terhadap kurikulum yang ada dan memiliki karakter unggul. “Melalui pendidikan karakter yang dimasukan ke setiap mata kuliah bagian dari program unggulan pemerintah. Pendidikan karakter seperti itu sudah dijalankan di negara maju. Kalau di IKIP Siliwangi khusus para dosennya sudah dirutinkan melalui ceramah subuh bergilir antar dosen,” jelasnya Hj Euis yang sudah sering mengadakan kunjungan ke luar negeri
Selaian itu perguran tinggi ini juga sering dijadikan percontohan perihal Rencana Pembelajaran Semester (RPS) atau dokumen perencanaan pembelajaran yang disusun sebagai panduan bagi mahasiswa dalam melaksanakan kegiatan perkuliahan, selama satu semester untuk mencapai capaian pembelajaran yang telah ditetapkan. “Diantaranya kampus yang berkunjung ke sini untuk studi banding RPS ialah Universitas Sriwijaya, Universitas Syiah Kuala, Universitas Ahmad Dahlan dan perguruan tinggi lainnya yang ada di luar pulau Jawa,” ucapnya Prof. Dr. Hj. Euis Eti Rohaeti, M.Pd yang awalnya berkarir sebagai dosen matematika

Menurutnya selama 4 tahun kedepan menjadi rektor, langkah yang akan dibangun bersama keluarga besar IKIP Siliwangi ialah berupaya meraih target akreditasi kampusnya naik menjadi kampus unggul. Dengan terus berupaya memperbaiki standart penilaian meliputi visi misi, sumber daya manusia (SDM), tata kelola, pembiayaan, kurikulum, kemahasiswaan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan kerjasama.
Informasi yang dihimpun koransinarpagijuara.com saat interaktif bersama Prof. Dr. Hj. Euis Eti Rohaeti, M.Pd, Rektor IKIP Siliwangi. Sebelum menjadi rektor Prof. Dr. Hj. Euis Eti Rohaeti, M.Pd, sempat menduduki berbagai jabatan di kampusnya. Capaian karirnya bersumber dari motivasi kedua orang tuanya yang telah berkiprah sebagai guru SMA dan kepala Sekolah Dasar. Sehingga dirinya ingin lebih baik dari orang tuanya dalam mengabdi di dunia pendidikan dan akhirnya terpilih menjadi rektor pada bulan desember 2021.
http://www.koransinarpagijuara.com/2022/08/25/52-ribu-mahasiswa-kartu-indonesia-pintar-tersebar-di-349-kampus-wilayah-jabar-banten/
http://www.koransinarpagijuara.com/2021/12/24/koran-sinar-pagi-programkan-30-menit-weekend-bersama-kadisdik-jawa-barat/
http://www.koransinarpagijuara.com/2022/08/04/wanita-ulama-gemar-berorganisasi-berkarya-tulis-raih-beasiswa-doktoral-kemenag-ri/
http://www.koransinarpagijuara.com/2022/08/26/kenikmatan-memiliki-teman-yang-shalih/
http://www.koransinarpagijuara.com/2022/07/22/kenikmatan-pandangan-mata-sebanding-dengan-ibadah-selama-500-tahun/
http://www.koransinarpagijuara.com/2022/06/26/media-cetak-diprediksi-lebih-menyehatkan-akal-pikiran-dibandingkan-media-sosial/













