Pewarta: Dwi Arifin
Koran Sinar Pagi (Cimahi)-, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Siliwangi terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi melalui implementasi Indikator Kinerja Utama perguruan tinggi. IKIP Siliwangi mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Bimbingan Teknis Penyiapan Program Studi untuk Akreditasi Internasional tahun 2022 yang dilaksanakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti Ristek Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi bekerjasama dengan Universitas Negeri Padang yang digelar pada tanggal 8-13 Agustus 2022 di kota Padang, Sumatera Barat.
Dikutip dari ikipsiliwangi.ac.id pada acara tersebut, IKIP Siliwangi mengirimkan tim yang dipimpin oleh Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Dr. Asep Samsudin, M.Pd., Ketua Program Studi PGPAUD, Rohmalina, M.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Matematika, Dr. Nelly Fitriani, M.Pd. dan Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Diena San Fauzia, M.Pd. Program ini diikuti oleh IKIP Siliwangi setelah melalui rangkaian evaluasi persiapan akreditasi.
Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Dr. Asep Samsudin, M.Pd, menjelaskan IKIP Siliwangi saat ini di tahun 2022-2026 memiliki target capaian akreditasi Unggul dan Internasional. Sehingga Prof. Dr. Hj. Euis Eti Rohaeti, M.Pd, Rektor IKIP Siliwangi dan para dosennya mulai mempersiapkan apa yang disyaratkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi atau BAN-PT dan Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan untuk melakukan akreditasi Perguruan Tinggi & program studinya. Jelasnya saat wawancara bersama media cetak & online Koran Sinar Pagi bersama Majalah Sunda Mangle di ruang kerjanya (19-9-2022)
Menurutnya untuk mencapai target akreditasi unggul dan Internasional perlu memenuhi berbagai standarisasi. Misalnya untuk akreditasi internasional, kampus IKIP Siliwangi harus memiliki dosen yang lulusannya berasal dari Universitas yang ada di luar negeri.
Maka kami mendorong para dosen yang masih muda untuk mengikuti program beasiwa dari pemerintah untuk melanjutkan kuliah atau jenjang pendidikan yang dibutuhkan sebagai persiapan akreditasi. Kalau dari data yang ada, sekarang totalnya ada 170 dosen, sedangkan yang lulusan dari kampus luar negerinya baru mencapai 3%. Jadi masih kurang 6 orang lagi untuk mencukupi syarat akreditasi Internasional. Selain itu juga IKIP Siliwangi harus memiliki banyak jaringan kerjasama dengan lembaga di luar negeri dan lulusannya dapat diterima bekerja atau tersebar di lembaga atau sekolah yang sudah termasuk katagori intenasional.
Dr. Asep Samsudin M.Pd selanjutnya mengungkapkan “sedangkan untuk syarat akreditasi unggul, kedepannya IKIP Siliwangi harus memaksimalkan sarana yang lebih lengkap berbasis IT, ruang khusus pemberlajaran luring & daring, lalu dosennya bergelar jenjang pendidikan yang lebih tinggi, setiap semeseternya menghasilkan karya publikasi ilmiah, lulusan yang terdata bersumber dari respon pengguna kompetensi profesinya dan output / autcome tridharma perguruan tinggi,” ungkapnya
Asep juga menceritakan bahwa IKIP Siliwangi merupakan perguruan tinggi yang telah lama berdiri di Jawa Barat, IKIP Siliwangi terus berupaya untuk membangun dan meningkatkan kualitas pendidikan yang dilaksanakan. Selain itu, implementasi program tridharma perguruan tinggi juga menjadi salah satu fokus pembangunan agar IKIP Siliwangi dapat terus berkiprah dan berkembang mendukung visi dan misi pembangunan di Indonesia, terutama di Jawa Barat dan Banten.
Kampus IKIP Siliwangi termasuk perguruan tinggi yang menerima program hibah akreditasi internasional. Para dosen dan mahasiswanya terus diupgrade dengan berbagai program webminar dengan lembaga dari luar negeri. Mereka juga aktif mengikuti program pemerintah seperti kenaikan pangkat, melalui program kampus merdeka, Kampus Mengajar, Riset keilmuan, magang kampus, menjadi bagian mensukseskan pendidikan profesi guru dan fokus mendalami keilmuan baru. Sehingga mereka siap untuk bersaing di Abad 21 yang sifatnya semakin dinamis, bukan statis.
Lulusannya tersebar dan terserap di dunia kerja, industri dan kewirausahaan. Khusus yang lulusan dari kelas reguler biasanya memilih bekerja di sekolah-sekolah atau industry media pembelajaran, sedangkan non reguler atau kelas malam mereka memilih melanjutkan kerjanya dengan gelar akademiknya untuk memperoleh kenaikan pangkat.
http://www.koransinarpagijuara.com/2022/08/25/52-ribu-mahasiswa-kartu-indonesia-pintar-tersebar-di-349-kampus-wilayah-jabar-banten/
http://www.koransinarpagijuara.com/2022/08/04/wanita-ulama-gemar-berorganisasi-berkarya-tulis-raih-beasiswa-doktoral-kemenag-ri/
http://www.koransinarpagijuara.com/2022/08/29/ferdy-sambo-farel-prayoga-masa-kejayaan-kehancuran-dipergilirkan-antara-manusia/
https://www.koransinarpagijuara.com/2021/12/24/koran-sinar-pagi-programkan-30-menit-weekend-bersama-kadisdik-jawa-barat/














