Antar DesaLiputan Khusus

Duet Kang Wahyu & Deliar Noer Cisampih Sumedang Ciptakan TTG Inovasi “Kupclang”

adminsigiku.com
×

Duet Kang Wahyu & Deliar Noer Cisampih Sumedang Ciptakan TTG Inovasi “Kupclang”

Sebarkan artikel ini

Pewarta: Dwi Arifin

Koran Sinar Pagi (Bandung)-, Tampil pada kategori inovasi di hari kedua penyelenggaraan Lomba Teknologi Tepat Guna Tingkat Nasional yang diselenggarakan secara daring, Kang Wahyu dan Kang Deliar Noer “Sang Inovator” dari Desa Cisampih Kecamatan Jatigede Kabupaten Sumedang menyampaikan paparannya dihadapan dewan juri tentang Alat Pengupas Kolang Kaling.

Mereka menamai hasil inovasinya dengan sebutan ‘kupclang’ (red. bahasa sunda) yang artinya sekali alatnya tertutup, maka kolang kaling akan ‘mecleng’ atau loncat dalam Bahasa Indonesia.

Menurut keduanya, Alat Pengupas Kolang Kaling diciptakan melihat potensi Desa Cisampih dan sekitarnya banyak tumbuh pohon aren. Disamping itu pula tingginya tingkat permintaan pasar terhadap buah kolang kaling, sehingga perlu diimbangi dengan peningkatan jumlah produksi.
“Berdasarkan hasil uji dan analisis performa alat, rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk mengupas satu kilo kolang-kaling menghabiskan 21,07 menit. Sementara jika menggunakan alat manual atau pisau dibutuhkan waktu 74,27. Jadi ada selisih waktu sekitar 53,20 menit,” jelas Kang Deliar Noer.

“Jika diasumsikan mempekerjakan satu orang pekerja selama delapan jam, maka rata-rata buah kolang kaling yang dihasilkan sebanyak 22,78 kg per hari,” timpal Kang Wahyu menambahkan penjelasan yang disampaikan rekannya dihadapan dewan juri Lomba TTG Tingkat Nasional.

Selain desainnya yang unik, tambah Kang Wahyu, keunggulan lainnya Alat Pengupas Kolang Kaling terbuat dari kayu dan materialnya non pabrikasi. Ongkos pembuatannya yang terbilang sangat murah dan ekonomis, tidak menggunakan listrik atau bahan bakar, serta mudah direplikasi oleh siapapun.

Pada saat lomba, Kang Wahyu dan Kang Deliar Noer “Sang Inovator Alat Pengupas Kolang Kaling” memperoleh dukungan penuh dengan kehadiran Kepala DPMD Kabupaten Sumedang, Drs. H. Endah Kusyaman juga Kepala Bidang Pengembangan Potensi Desa, Bayu Rakhmana S.STP.

“Harapan kami kedepan, alat TTG yang dibuat oleh mereka bisa dipasarkan dan dikembangkan melalui posyantek, juga disosialisasikan kepada masyarakat luas,” ungkap Endah Kusyaman usai menyaksikan keduanya memaparkan alat tersebut.

Sementara itu, Bayu Rakhmana memberikan apresiasi dan penghargaan atas apa yang telah dilakukan para inovator dalam memajukan perkembangan teknologi tepat guna di Jawa Barat.

“Alat ini sangat sederhana sekali tetapi memberikan efek yang sangat luar biasa terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, utamanya pemanfaatan sumber daya alam di desanya,” imbuh Bayu Rakhmana.

Disamping itu, kata Bayu Rakhmana, alat ini juga memberikan inspirasi bahwa teknologi tepat guna adalah teknologi yang sangat sederhana, tidak perlu menggunakan teknologi yang luar biasa. Tetapi bagaimana kita berorientasi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh desa dan pemanfaatan potensi desa.

Sementara itu Wagub Jabar yang ditemui secara terpisah, UU Ruzhanul Ulum melalui tayangan video sesaat sebelum Kang Wahyu dan Kang Deliar Noer tampil dihadapan juri, memberikan dukungannya untuk ketiga wakil Jabar.

“Saya do’akan semoga menjadi juara Lomba Teknologi Tepat Guna Tingkat Nasional,” harapnya.

http://www.koransinarpagijuara.com/2022/08/29/ferdy-sambo-farel-prayoga-masa-kejayaan-kehancuran-dipergilirkan-antara-manusia/

http://www.koransinarpagijuara.com/2022/09/13/hari-kunjung-perpustakaan-2022-kadispusipda-jabar-gemakan-budaya-baca-membaca-budaya/

http://www.koransinarpagijuara.com/2022/09/17/rp-77-500-000-hadiah-dari-pt-citra-van-titipan-kilat-ke-52-dibagikan-untuk-wartawan/

https://www.koransinarpagijuara.com/2022/06/26/media-cetak-diprediksi-lebih-menyehatkan-akal-pikiran-dibandingkan-media-sosial/

http://www.koransinarpagijuara.com/2022/08/04/wanita-ulama-gemar-berorganisasi-berkarya-tulis-raih-beasiswa-doktoral-kemenag-ri/