Pewarta : Frans Ganyang
Koran SINAR PAGI, Kab. Bogor,- Menindak lanjuti maraknya laporan masyarakat atas keresahan para karyawan PT. SIMONE yang merasa di interpensi oleh koordinator (rekrut karyawan) calon nasabah dan merangkap sebagai eksekutor faktanya memiliki kedekatan khusus dengan para pihak BANK yang telah ada MOU dengan pihak perusahaan di maksud akhir – akhir ini selain kian hangat di kalangan publik juga dikecam oleh berbagai kalangan pegiat, Bagaimana tidak berdasarkan laporan dari beberapa sumber KSP yang bisa dipertanggung jawabkan kebenaranya.
Hasan, mendapatkan keuntungan dari setiap transaksi karyawan terhadap pihak BANK sebesar Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah), sementara untuk teknisnya karyawan yang sudah acc (pencairan) lansung diarahkan mentransfer dana dengan nominal tersebut ke rekening pribadi atas nama ” HASAN ” dengan dalih bea administfasi dalam proses pengurusan ujarnya ; Bisa di bayangkan berapa besar perputaran rupiah keuntungan mereka dalam pusaran yang berbalut pinjaman bagi karyawan. sementara dari narasumber kami yang lain mengatakan selain dana di maksud ternyata di berlakukan pengondisian bea atas transaksi tarik tunai dengan nominal tertentu untuk ” HRD ” sementara okum tersebut sudah di berhentikan sebelumnya oleh pihak perusahaan. aneh memang?
Diduga kuat, adanya hal tersebut hanya akal – akalan semata untuk meraup pundi rupiah demi kepentingan pribadi semata di karnakan tanpa ada landasan dan payung hukum yang jelas sebagai dasar acuan di berlakukan adanya pungli di tubuh PT. SIMONE yang kian menjamur dan seolah – olah mereka kebal hukum, ada apa?
Sebelumnya telah ditayangkan di media online Koran SINAR PAGI, akan tetapi antek – antek perusahan tersebut masih bungkam dan belum berhasil kami mintai keterangan ataupun konfirmasi lanjut akan adanya dugaan kasus, pungli belum lagi ditambah adanya pembiaran oleh pihak yang lalai dalam melakukan pengawasan nyatanya NON SENSE belaka. Jangan – jangan ada unsur yang di tunggangi kepentingan sehingga dengan leluasanya tanpa ada perhatian dari berbagai pihak yang berkompeten.
Nampaknya pungli sudah menjalar di tubuh PT. SIMONE mulai dari pengangkatan karyawan tetap sebelumnya juga bermasalah alias sarat interpensi dan berbau suap – menyuap, ibarat pepatah, tanpa pulus jangan harap mulus, Di sinyalir telah terjadi skandal gelap berjamaah dalam prakteknya terselubung, terorganisir, terstruktur, sistimatis dan masif di tubuh PT. SIMONE tanpa adanya efek jera, sebagai dampak adanya pembiaran oleh pemangku kepentingan.













