Ragam

Pengurus Masjid Nurul Iman Bekejarsama Dengan Pemerintah Desa Karang Agung Berikan Santunan Kepada Anak Yatim – Piatu

adminsigiku.com
×

Pengurus Masjid Nurul Iman Bekejarsama Dengan Pemerintah Desa Karang Agung Berikan Santunan Kepada Anak Yatim – Piatu

Sebarkan artikel ini

Pewarta : Iwan Brata

Kabupaten Muara Enim – Sejumlah anak yatim menerima santunan dari pengurus Masjid Nurul Iman dan Pemerintah Desa Karang Agung, Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muara Enim

Ketua pengurus Masjid Nurul Iman Desa Karang Agung, AA dalam sambutannya menjelaskan bahwa dana santunan anak diperoleh dari dana sumbangan dan penggalangan dari donator

“Sejauh ini, santunan anak yatim di Desa Karang Agung baru mulai berjalan pertama kali, mereka kita berikan santunan berupa Beras,” katanya.

Sementara Kepala Desa Karang Agung, Virmansyah mengatakan, pemberian santunan ini merupakan bentuk kepedulian pengurus masjid dan pemerintah desa kepada anak-anak yatim.

“Anak-anak yatim merupakan bagian dari tanggung jawab bersama, semoga santunan ini secara tidak langsung dapat memberikan kebahagiaan bagi mereka, dan membawa berkah bagi masyarakat yang mendukung terwujudnya Desa Karang Agung yang agamis dan makmur,” tambahnya.

Ditempat yang sama, wakil pengurus Masjid Nurul Iman H.Tanmalaka mengatakan, anak-anak yatim piatu merupakan amanah yang Allah berikan kepada manusia yang berakal terutama bagi kalangan yang mampu.

“Mereka diamanahkan untuk disantuni sebagaimana menyantuni diri sendiri dan keluarga,” ucapnya.

Dipaparkan, dalam tarikh Islam diceritakan, tauladan kita Nabi Muhammad SAW telah yatim piatu sejak kanak-kanak. Ketika dalam masa kandungan ayah beliau Abdullah meninggal. Lalu beranjak umur enam tahun, ibunya turut meninggal dunia. Beliau (Nabi Muhammad, sejak kecil telah mendapat cobaan yang sangat berat, beban hidup sebagai seorang anak yatim dan piatu.

Meski begitu, atas rahmat Alloh SWT, Muhammad menjadi manusia hebat, beliau mengangkat nabi dan rasul, manusia terbaik se-alam semesta, manusia yang menjadi tauladan kita semua.

“Pelajaran yang bisa diambil, kepada anak-anakku semua jangan minder dengan keadaan. Semuanya tetap harus sabar dan optimis menghadapi kehidupan ini,” pesannya.

Yatim atau tidak, asal tekun beribadah, rajin sekolah, manut  (menurut) kepada orang tua dan orang-orang sholeh. Insya Allah bisa menjadi manusia yang sukses dan berguna bagi sesama.

“Saya berpesan kepada anak-anakku, jangan tinggalkan sholat lima waktu. Kalau sakit harus rajin ikut ngaji TPQ di masjid atau mushola sekitar rumah,” jelasnya.