Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Penulis dan Praktisi Pendidikan)
Semua orang punya hobi dan minat pada sesuatu. Penyanyi, pelukis, penari, pebisnis dan kesukaan lainnya tentu punya kepuasan puncak tersendiri. Semua orang punya kepuasan tertentu dalam melakukan sesuatu.
Termasuk penulis punya kepuasan tersendiri dalam aktivitasnya. Aktivitas menulis adalah aktivitas minoritas. Konon dari 1000 orang rakyat Indonesia yang suka baca hanya 1 orang. Apalagi menulis, makin tidak disukai orang. Bisa jadi dari 100.000 orang Indonesia, hanya 1 yang menulis.
Penulis adalah makhluk langka. Mengapa masih ada para penulis yang rajin menulis? Diantara asbabnya adalah kepuasan OL yakni “orgasme literatif. Kepuasan orgasme literatif ini rasanya hanya bisa diketahui Si Penulis sendiri, sebagai pelaku.
OL atau “orgasme literatif” hanya bagi entitas penulis. Kepuasan orgasme literatif adalah ketika para penulis asyik menulis dan selesai menulis, mengeluarkan energi pikirnya. Para penulis bila sudah gak nahan ingin menulis, banyak hal jadi tak fukus.
Apalagi bila ada rangsangan ide yang menggelinjang di pikirannya. Bila ide menggoda di pikirannya dan terus menggoda untuk dituliskan, Ia akan segera melakukan giat menulis. Bila tidak, maka Ia akan galau dan gak nahan.
Bagi para penulis aktif, setiap waktu inginnya menulis. Apa yang melintas dipikiran, terlihat, terdengar dan isue aktual yang sedang berkembang, inginnya dituliskan. Seorang penulis bila sedang hot dalam sebuah sudut pandang terkait tema tertentu, Ia bisa mengabaikan hal lain.
Seorang penulis pria, konon katanya ada yang bertengkar dengan istrinya, asbab Ia terus menulis. Padahal Sang Istri sudah gak nahan ingin “diskusi” dengan suami tercinta. Sang Suami Penulis, malah mengatakan, “Tar say, tanggung”.
Orgasme Literatif bagi Sang Penulis adalah utama. Menghasilkan karya tulis bagi Si Penulis Adiktif adalah utama. Bukan hanya sekedar untuk terbit di media, untuk buku dan mengisi forum tertentu, melainkan sudah menjadi kebutuhan biologisnya.
Bagi para penulis hal yang paling seksi adalah ide atau gagasan yang tiba-tiba muncul penuh gairah dalam perspektifnya. Ingin segera mereka mengendapkan dan mendokumentasi sudut pandangnya terkait hal hangat yang menggoda di kepalanya.
Bisa jadi gadis cantik lewat, semampay atau bohay, kurang menggoda bagi para penulis adiktif. Hal yang menggoda bagi mereka adalah sejumlah narasi-narasi menggoda yang layak dan pantas ditulisakan sampai mencapai puncak orgasme literatif.
Bisa jadi kepuasan biologis Sang Penulis Adiktif adalah ketika ritual orgasme literatifnya menghasilkan anak kandung literasi yakni buku dan produk terbitan lainnya. Setelah melakukan penetrasi pada dimensi narasi yang menggoda.
Harimau mati meninggalkan belang, kendaraan mati ditinggalkan penumpang, manusia mati meninggalkan utang. Penulis mati meninggalkan tulisan.











