Oleh : Dudung Nurullah Koswara
Dahulu ungkapan berbuat baik tak harus diketahui dan dipublikasi masih relevan dengan zamannya. Tangan kanan memberi, tangan kiri tak harus tau. Kini spirit itu tak relevan lagi. Mengapa ? Zaman sudah berubah.
Saat ini bila tangan kanan memberi maka tangan kiri, kaki dan seluruh anggota badan harus tahu. Artinya perbuatan baik di zaman ini harus dipublikasi dan disebar ke mana mana. Nampak lebay dan somse, tapi itulah tuntutan era kekuasaan publik netizen saat ini.
Mempertontonkan kebaikan yang mendidik itu sangat penting. Lakukan narcisdik, narcis yang mendidik publik sangat penting di zaman ini. Dulu publik manusia hanya di realitas sosial nyata, kini ada realitas netizen maya.
Saatnya para pelaku kebaikan narcisdik, mempublikasi setiap tindak kebaikan ke dunia medsos. Bila tidak, maka dunia medsos akan dipenuhi oleh konten bermasalah yang terus mendominasi. Ini bahaya bagi publik dan masa depan umat manusia.
Jutaan konten bermasalah dalam realitas medsos sangat bahaya. Ini adalah sampah informasi, audio visual yang hidup dan menebarkan radiasi buruk. Harus ditimbun dengan informasi dan audio visual kreatif yang mendidik.
Terutama netizen bangsa kita yang mudah membeo dan percaya pada sebuah informasi. Kita kurang literet, bila dicekoki informasi yang menyesatkan dapat mengisi otak dengan buruk. Apalagi bila dikaitkan dengan agama, makin dar der dor.
Prof. Dr. Jenderal (purn) H. Hendropriyono pernah mengatakan bangsa kita yang lugu mudah diprovokasi. Apalagi yang memprovokasi oknum yang mengaku Habib dan dianggap orang suci. Sangat bahaya bila informasi sesat provokatif banyak tersaji dalam dunia medsos.
Kebencian pada pemerintah dan sejumlah tindak anomali para luguman adalah asbab informasi negatif yang dikonsumsi tuna literet. Saatnya sejumlah narasi, publikasi narcisdik lebih dominan di publik medsos kita.
Sungguh berbuat baik yang tersembunyi dan disembunyikan itu kini tak efektif. Satu informasi jahat yang dikelola dengan baik akan mengalahkan seribu informasi baik yang tersembunyi. Saatnya kebaikan dipublikasi dan mendominasi jejak digital yang terus hidup.
Publik sosial real dan publik netizen membutuhkan suplier informasi narcisdik setiap detik. Industri informasi negatif hanya bisa dikalahkan oleh industri informasi positif yang lebih produktif terkelola.
Dunia medsos saat ini sisi negatifnya bisa menjadi realitas publikasi dan industri ghibah dan hoaxs yang masif. Selain sisi positif yang bisa kita kembangkan. Mari jadikan kanal medsos sebagai media narcisdik, edukasi publik. Sebarkan, da’wahkan setiap kebaikan.
