Pewarta – Roy P
Kota Ambon – Pemerintah Kota Ambon mengapresiasi inovasi dalam proyek perubahan yang dilakukan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Ambon.
Hal ini diungkapkan Pj.Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin Wattimena, M.Si disela Launching Aplikasi Sistem Informasi Pelayanan Alat Kontrasepsi Jangka Panjang (Sipelayan Alkanjang) bertempat di Kantor Desa Batu Merah, Kamis (01/11/2022)
“Sistem ini sangat penting untuk membuat pelaporan dan pencatatan secara cepat dan akurat, kemudian membangun informasi manajemen yang terintegrasi dengan memanfaatkan teknologi bersama stakeholder untuk memudahkan dinas meningkatkan pelayanan alat kontrasepsi jangka panjang di Kota Ambon,” ungkap Wattimena.
Mewujudkan norma kecil dan bahagia, lanjutnya, Dinas PPKB sejalan dengan UU nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan Pembangunan Keluarga Sejahtera.
“Sejalan dengan itu, kontribusi penuh mewujudkan keluarga berkualitas dan pertumbuhan penduduk difokuskan pada beberapa hal diantaranya, mengendalikan pertumbuhan penduduk dalam rangka kualitas dan struktur penduduk, menyelenggarakan program keluarga berencana dan kesehatan reproduksi secara komprehensif; menyelenggarakan pembangunan keluarga yang holistik sehingga dapat berkontribusi menurunkan stunting; membangun kemitraan dengan stakeholder; memperkuat inovasi teknologi informasi dan komunikasi untuk bangun kelembaaan dalam mengedukasi masyarakat menghindari perceraian dan meningkatkan kualitas keluarga,” paparnya.
Dikatakan pelaksanaann program keluarga, kependudukan dan KB melali keterlibatan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Kota Ambon sangat membantu pelaksnann pelayanan alat kontrasepsi kepada masyarakat.
“Ini akan terealisasi dalam pelaksanaan advokasi, informasi, komunikasi, edukasi dapat menyelenggarakan program pembangunan keluarga kependudukan dan KB melalui kotbah di Masjid untuk meningkatkan pemakaian Alkanjang sehingga mampu mengatur jarak kelahiran, menurunkan stunting demi mencapai keluarga yang hebat,” paparnya.
Wattimena menambahkan inovasi tersebut merupakan motor penggerak yang terintegrasi dengan mandat BKKBN.
“Dimana ini dilakukan guna meningkatkan partisipasi penyelenggaranan serta peningkatkan presentasi pelayanan Alkanjang, karena itu, dibutuhkan dukungan dari seluruh stakeholder mewujudkan Ambon yang memiliki keluarga sejahtera serta menciptakan norma keluarga bahagia.” pungkas ayah tiga anak itu.
Sementara itu, Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Maluku, Sarles Brabar menambahkan sistem aplikasi ini penting dan sangat berdampak positif.
“Dengan aplikasi tersebut, memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa progam Keluarga Berencana bukanlah suatu pemaksaan atau hal yang harus ditakuti. Karena program ini juga dilakukan oleh seluruh negara di dunia dalam upaya menjamin kesehatan ibu dan anak,” akunya.
Mengapa demikian ? lanjutnya, karena seringkali jarak kelahiran anak diabaikan.
“Pengabaian jarak kelahiran anak juga bisa menimbulkan kematian. Nah melalui inovasi aplikasi ini masyarakat mendapat pengetahuan khususnya bagi pasangan muda yang akan mengikuti program KB. Ada berbagai manfaat yang akan diperoleh. Mereka bisa memahami arti keluarga sehat; melindungi ibu yang masuk dalam 4 T yaitu, Terlalu banyak anak, Terlalu dekat jarak kehamilan, Terlalu tua dalam usia, Terlalu muda saat melahirkan bahkan juga menghindari stunting,” jelas pria asal Papua itu.
Dirinya bersyukur aplikasi tersebut akan diadopsi oleh kabupaten kota lain di Indonesia.
“Inilah satu kebehasilan yang dicapai oleh DPPKB Kota Ambon dan patut diapresiasi dengan baik. Salut untuk ibu Welly dan tim,” tutupnya.













