OPINI/Artikel

Kepala Sekolah dan website satu.aksi.id.

adminsigiku.com
×

Kepala Sekolah dan website satu.aksi.id.

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Ketua DPP Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia)

Setiap zaman ada tantangannya. Setiap zaman ada tuntutannya. Setiap zaman ada pemenangnya, plus ada pecundangnya. Kita semua bisa jadi pecundang zaman bila tidak bertransformasi dan beradaptasi.

Termasuk entitas kepala sekolah. Bila tidak bersatu, tidak bertransformasi, beradaptasi dan tidak masuk dalam sebuah organisasi/asosiasi, dipastikan jadi pecundang zaman.

Kepala sekolah adalah sebuah entitas yang rawan kritik, intervensi, politisasi, bahkan ada yang dianiaya oleh berbagai pihak secara fisik. Ini fakta dan realitas sejarah panjang kisah para kepala sekolah.

Sebagai abdi negara, abdi masyarakat dan pemimpin pembelajaran, seorang kepala sekolah sangat penting untuk bersatu, kompak, kolaborasi dan saling menguatkan. AKSI dengan website_nya berusaha mengutakan kebersamaan.

Adalah Dr. Asep Tapip Yani sebagai Ketua Umum DPP AKSI dan Dr. Toto Suharya, sebagai Sekjen, sungguh luar biasa. Terus berusaha dan bertransformasi di tengah kesulitan dan ketidakmudahan menyatukan yang terserak, dari Sabang sampai Meraoke.

Jaringan organisasi (AKSI), jaringan literasi (GORAJUARA), jaringan silaturahmi (website) dan jaringan birokrasi dengan Kemdikbud Ristek, terus dipelihara. Terutama lahir dan hadirnya website satu.aksi.id. akan memberikan sebuah penguatan kebatinan entitas kepala sekolah.

Bila ingin tau dinamika kepala sekolah dari Sabang sampai Meraoke, prestasi, aspirasi, dedikasi, isu-isu aktual, akan tersaji dalam website. Plus GORAJUARA sebagai media paling agresif dalam menyebarkan sejumlah informasi pendidikan.

Era netizen, era kekuatan opini publik, saatnya website dan media maya dihidupmasifkan. Hidupmasifkan oleh berbagai giat, informasi pendidikan dan dinamika konstruktif kepala sekolah Indonesia. Kepala sekolah/kepala madrasah negeri, swasta, semua jenjang, sebaiknya eksis di website, GORAJUARA dan media lainnya.

Eranya “narcisdik”, sebarkan segala narcis yang mendidik. Terutama dari entitas pemimpin pembelajaran. Seorang pemimpin pembelajaran wajib menjadi tokoh edukatif bagi internal satuan pendidikan dan bagi publik. Keberadaan website dan GORAJUARA khususnya bisa menjadi kanal edukasi dan akuntabilitas kepala sekolah.