Keterangan Foto : pasar Toko Besi di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya yang mengalami kebakaran, Rabu (4/1/2023) pagi tadi
Pewart : Tono Efendi
Koran Sinar Pagi, Kota Tasikmalaya,- Menyikapi kejadian kebakaran Pasar Besi Cikurubuk Kota Tasikmalaya (4/01/23) pagi tadi, Direktur LK2OPD/elKoped (Lembaga Kajian Kemasyarakatan & Optimalisasi Pemerintahan Daerah) Asep Heru menyampaikan rasa prihatin dan sedih yang mendalam terutama bagi semua pihak yang menempati area pasar besi yang telah berubah menjadi puing2 sisa kebakaran.
Kebakaran sudah terjadi dan tim Damkar Kota Tasikmalaya sudah berupaya secara maksimal dan berhasil memadamkan api dalam waktu 2 s.d 3 jam hingga api tidak sampai menjalar ke bangunan dan tempat lainnya. Saya sangat mengapresiasi kepada kesiapan dan kesigapan dari tim Damkar.
“Kejadian tersebut, bagi kami harus menjadi pembelajaran dan catatan semua pihak wabil khusus Pemerintah Daerah Kota Tasikmalaya untuk selalu berupaya meningkatkan kesiapan antisipasi bahaya kebakaran, terutama bagi tempat2 yang menjadi pusat berkumpulnya orang-orang, seperti Pasar, Kantor, Plaza/Pertokoan, Sekolah/Kampus, Pabrik dan tidak terkecuali di lingkungan Perumahan,” ucap Asep Heru Rochimat- Direktur elKoped/LK2OPD kepada Koran Sinar Pagi, Rabu (4/1/2023) sore.

Keterangan Foto : Asep Heru Rochimat- Direktur elKoped/LK2OPD
Menurut Asep Heru, dirinya melihat dalam kejadian kebakaran tersebut, kesiapan antisipasi terhadap bahaya kebakaran sangatlah minim atau bisa dikatakan hampir tidak ada. Jangankan sistem Instasi Hydran untuk kesedian Alat Pemadam Kebakaran (Apar) pun saya melihat sangat minim untuk ukuran lokasi Pasar yang menjadi tempat berkumpulnya orang-orang untuk bertransaksi.
Pertanyaanya, siapa yang harus bertanggung jawab kalau sudah terjadi musibah seperti ini ? Tentunya untuk revitalisasi kembali Pasar Besi, Pemerintah harus hadir terdepan secara maksimal dengan mengajak seluruh pihak yang terkait dengan keberadaan pasar tersebut untuk bersama-sama merumuskan/merencanakan kembali revitalisasi pasar besi serta bersama-sama memahami dan menyepakati bahwa antisipasi bahaya kebakaran adalah hal yang sangat penting/vital untuk menjadi pelengkap infrastruktur sebuah bangunan/lingkungan yang menjadi pusat berkumpulnya masyarakat.
“Oleh karena itu, dalam perencanaan revitalisasi pasar besi kedepan, kami dari elKoped meminta Pemerintah Kota Tasikmalaya menyertakan/memasukan infrastrukur antisipasi bahaya kebakaran dengan sistim instalasi hidran sebagai hal yang wajib/harus terpasang juga keberadaan Alat Pemadam Kebakaran (Apar) portable dengan cakupan luas area tertentu harus tersedia dilokasi,” ujarnya
Kejadian kebakaran Pasar Besi ini juga harus menjadi perhatian utama bagi Dinas Indag melalui UPTD Pasar untuk sesegera mungkin melakukan inventarisasi kesiapan antisipasi bahaya kebakaran di lokasi bangunan/lapak Pasar lainnya yang menjadi tanggung jawab pengelolaan secara umum oleh Dinas Koperindag Kota Tasikmalaya
“Saya berharap”, semoga kejadian kebakaran ini tidak terulang kembali dan semua pihak dapat memahami serta menyepakati pentingnya upaya antisipasi bahaya kebakaran agar potensi kebakaran disetiap lingkungan dapat diminimalisir secara terus menerus/berkesinambungan”, pungkas Aroe sapaan akrab Asep Heru Rochimat.













