Oleh : Siti Saadah (Ibu Rumah Tangga)
Peristiwa bencana alam yang menjadikan pergerakan tanah longsor yang menimpa tujuh unit rumah warga di Perumahan Pesona Parahyangan, Kampung Gamblung Timur Rt 03/Rw 04, Desa Nagreg Kendan, Kecamatan Nagreg, Kabupaten -Bandung. Yang mengalami rusak akibat diterjang longsornya sebuah bukit atau lereng dengan ketinggian sekitar 30-40 meter dan lebar longsor sekitar 150 meter, minggu (18/12/2022) dan masih menyisakan persoalan yang belum selesai.
Sebanyak 169 jiwa atau 44 KK rumah lainnya rawan terdampak longsor, sabtu sore setelah hujan deras yang turun sepanjang hari mengakibatkan terjadinya longsor di bukit belakang pemukiman warga.
Sementara itu, Kalak (Kepala Pelaksana) BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Bandung, Uka Suska menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Barat dan PVMBB ( Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi) untuk tindakan lebih lanjut.
Upaya penanganan mendirikan tenda pengungsi dari satuan Yonif para Raider 330, memasang tali untuk menghindari lalu lalang warga, pendistribusian sembako/makanan, juga rapat koordinasi yang mengundang perangkat daerah terkait.
Faktor penyebab terjadinya tanah longsor diperkirakan karena kemiringan lereng tebing yang terjal.”Sifat tanah pelapukan dari batuan vulkanik (tuff dan lahar) yang sarat dan mudah luruh jika terkena air, selain itu, curah hujan yang tinggi dengan durasi lama sebelum terjadi gerakan tanah. https:/www.pikiran.rakyat.com
Banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah di indonesia menjadi pemandangan setiap tahunnya. Bagi kaum mukmin, setiap musibah harus dihadapi dengan keimanan. Seorang Muslim wajib mengimani bahwa tak ada satu pun musibah yang di alami melainkan atas kehendak Allah SWT. Allah SWT berfirman : Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa kecuali dengan izin (kehendak) Allah (TQS at-Taghabun(64):11).
Dalam menghadapi musibah, Rasul saw. pun mengajari kita agar melakukan istirja'(mengembalikan segalanya kepada Allah SWT) dan berdoa. Bahkan musibah yang menimpa ini sehararusnya juga melahirkan rasa syukur. Dengan musibah ini kita harus bisa memberikan nilai dan makna atas beragam nikmat yang selama ini telah Allah SWT berikan kepada kita. Dan rasa syukur itu akan makin meningkat saat musibah berhenti dan saat Allah SWT mengembalikan nikmat berupa kehidupan yang kembali normal. Dengan itu musibah akan berubah menjadi kebaikan dan membuahkan banyak kebaikan.
Selain sabar, tawakal dan bersyukur, saat terkena musibah seorang muslim juga diperintahkan untuk segera bertobat kepada Allah SWT dan melakukan banyak muhaasabah. Sebabnya, Allah SWT mengingatkan bahwa beragam musibah(bencana) datang sering karena perbuatan (dosa) manusia sendiri.
Rasulullah saw juga menjelaskan bahwa saat kejahatan merajalela, Allah SWT akan meratakan bencana. Zainab binti Jahsyi ra. Pernah bertanya kepada Rasulullah saw, “Apakah kita akan binasa, wahai Rasulullah, padahal di sekitarvkita ada orang-orang salih? ” Beliau menjawab: Ya, jika kejahatan sudah merajalela (H.R al-Bukhari)
Melihat di negeri yang mayoritas muslim justru banyak terjadi pelanggaran terhadap syariah islam. Banyak terjadi korupsi, LGBT, penistaan agama(islam), adu domba antar sesama anak bangsa dll. Beragam ketidakadilan dan tindak kezaliman juga seperti tak perbah berakhir.
Karena itu kaum muslim harus melakukan tawbat(an)nasuha. Kembali kepada Allah SWT dengan menaati semua aturan-Nya. Mereka harus menjadikan al-Quran sebagai petunjuk. Sebabnya pangkal dari segala musibah (bencana) itu karena kita berpaling dari al-quran sebagai petunjuk. Sebab pangkal dari segala musibah (bencana) ini karena kita berpaling dari al-Quran. Keadaan itu telah diterangkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya :”Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku (al-Quran), sungguh bagi dia kehidupan yang sempit dan kami akan mengumpulkan dia pada Hari Kiamat nanti dalam keadaan buta (TQS Thaha (20):124).











