Pewarta: Dwi Arifin
Koran Sinar Pagi (Cimahi)-, “Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu” (QS. Al Imron ayat 26)
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil melantik 154 kepala sekolah dan 27 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Jabar di Gedung Sate, Kota Bandung Jumat (20/1/2023). Setelah dilantik Gubernur Jabar, Kepala Sekolah yang ditugaskan memimpin Satuan Pendidikan di wilayah Cabang Dinas Pendidikan VII Dinas Pendidikan Jabar melangsungkan pelaksanaan Serah Terima Jabatan.
Dr. Firman Oktora, S.Si, M.Pd, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Dinas Pendidikan Jawa Barat dalam sambutannya mengarahkan agar kepala sekolah terus berupaya meningkatkan kualitas belajar siswa yang merupakan target capaian layanan pendidikan. “Karena ada siswa, maka ada sekolahnya, sehingga tidak mungkin ada guru, kepala Sekolah dan Dinas Pendidikan, kalau tidak ada siswa yang dikelolanya. Jadi intinya suksesnya lembaga pendidikan terukur dari sejauh mana kualitas layananan pendidikan bagi siswanya,”ucapnya dihadapan para kepala sekolah yang hadir di aula lantai 3 kantor KCD VII Disdik Jabar di kota Cimahi (26/1/2023)
Lebih lanjut Firman Oktora melalui media massa ini mengingatkan kepada sekitar 360 Kepala Sekolah yang diberi tugas memimpin 150 ribu siswa, tentang suksesnya pendidikan sangat tergantung peran kepala sekolah memenejmen guru dan siswanya. “Pemerintah atau lembaga pendidikan saat ini berperan sebagai kolaborator. Maka kepala sekolah harus inovatif dan kreatif untuk memaksimalkan tugasnya,”katanya
Firman Oktora mengarahkan setelah dilantik dan Sertijab, hal yang perlu diungkapkan diawal ialah bersyukur. Karena ini jabatan merupakan amanah, bagian dari tabir waktu yang tidak bisa diatur oleh manusia. Maka apa yang sedang kita alami atau terima harus disyukuri. Jika nanti menemukan hal baru ditempat bertugas, hadapi dengan kemauan belajar dan mencarikan solusinya.
Selain itu, menurutnya menjaga intergritas dan pandai membangun komunikasi efektif menjadi pembuka penyelesaian masalah. Karena kadang bukan kebijakannya yang salah, tetapi disebabkan salahnya cara berkomunikasi saat menyampaikan isi kebijakannya.
Selanjutnya harus solid dan kompak, dalam spirit atau semangat yang sama untuk menjadi bermanfaat bagi orang banyak. Berupaya saling empati, mendukung dan mengapresiasi dan jangan mudah terganggu oleh situasi atau orang-orang dari luar sekolah. “Kang Somad minum Es, di halaman rumah. Selamat dan sukses, semoga tetap amanah”, ucapnya memberi pantun kepada para kepala sekolah, lalu disambut tepuk tangan tamu undangan yang hadir.
http://www.koransinarpagijuara.com/2023/01/20/ramadhan-di-qolbun-kadisdik-jabar/
https://www.koransinarpagijuara.com/2022/06/26/media-cetak-diprediksi-lebih-menyehatkan-akal-pikiran-dibandingkan-media-sosial/















