Ragam

Dorong Santri jadi TKI

adminsigiku.com
×

Dorong Santri jadi TKI

Sebarkan artikel ini

Oleh : Sri Mulyani (Guru SDN di Kab. Bandung)

Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) sosialisasikan penyebarluasan informasi program penempatan dan perlindungan PMI di pondok pesantren Ma’had Baitul Arqom Al Islami, Ciparay Kabupaten Bandung. Deputi penempatan dan perlindungan kawasan Eropa dan timur tengah Irjen. Pol. Achmad Kartiko mendorong para santri yang memiliki mimpi ke luar negeri, untuk menyiapkan diri melalui peningkatan kompetensi serta tetap melalui tahapan bekerja secara prosedural. (www.bp2mi.go.id)

Tentu agak janggal ketika pesantren menjadi fokus untuk salah satu program pemerintah agar bisa bekerja ke luar negeri. Menjadikan pesantren makin lemah dan mendistorsi kontribusinya pada umat. Bagi negara sekuler kapitalisme, santri adalah tenaga kerja yang harus diberdayakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi bangsa. Selain itu, negara sekuler kapitalisme pula yang menjadikan lahirnya para ulama yang mandul kontribusinya dalam kemajuan bangsa. Ini karena sistem pendidikan sekuler mendikotomi pendidikan umum dan agama. Seolah-olah yang paham agama tidak usah menjawab tantangan zaman. Sebaliknya, yang paham urusan dunia malah minus pemahaman agama. Dari sini, kemudian lahir para pakar yang tidak mengenal agama, serta para ulama yang tidak paham cara menyelesaikan permasalahan-permasalahan dunia.

Inilah pola kerja kapitalisme, memosisikan negara bukan sebagai pelayan umat, melainkan pelayan pengusaha, umat dibiarkan sendiri mengurus kebutuhannya. Jangankan bermanfaat bagi umat, keberadaanya pun malah menyebabkan banyak mudarat.

Umat Islam saat ini berada dalam kehidupan sekuler, kondisi saat Islam terabaikan, padahal Islam adalah solusi kehidupan. Akan tetapi, karena umat tidak mengenal Islam secara mendalam jadilah mereka mencari solusi dari selain Islam.

Umat butuh para santri untuk mendakwahkan Islam ideologis ditengah masyarakat. Dengan aktivitas itu para santri memimpin umat untuk meraih kebangkitan yaitu dengan menerapkan Islam kaffah. Ketika sistem Islam kaffah tegak, bukan hanya masalah perekonomian yang terselesaikan, kesejahteraan pun akan terwujud secara merata. Para pelajar (santri) leluasa mendalami Islam, sehingga tercetaklah para mujtahid yang berkontribusi besar bagi peradaban Islam.

Wallahu a’lam bish-shawab