Pewarta : Iwan Brata
Kota Prabumulih – Danramil 404-02/PBM Kapten CZi Didi Suratman turut menghadiri kunjungan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi ke Kota Prabumulih, yang merupakan kota penghasil nanas terbesar di Sumatera Selatan.
Kunjungan dilakukan dalam rangka meresmikan kawasan Agrowisata Budidaya Nanas sekaligus melakukan penanaman Nanas di lahan seluas 45 hektar di Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Prabumulih Timur.
Pada kesempatan tersebut, Wamentan Harvick mendorong agar Pemerintah Kota Prabumulih terus menggiatkan ekspor pada komoditas Nanas.
Menurutnya, hal ini selaras dengan program unggulan Kementerian Pertanian (Kementan) yaitu Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks).
“Konkretnya kita bisa mengundang pengusaha di sini untuk dapat memanfaatkan serat nanas, sebagaimana kita saksikan tadi tidak hanya nanas secara fresh tetapi juga produk off farm atau hilirisasi bisa lebih cepat lagi,” ujar Harvick
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menegaskan kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Vertikal Kementan untuk mendukung program utama kementan melalui Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA).
“Kita harus mengandeng petani-petani milenial yang ada diseluruh penjuru negeri, setidaknya bisa menjadi generasi penerus para petani, bahkan ikut ekspor, dalam mendukung program unggulan kementan (Gratieks)” tegas Dedi.
Sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian (Kementan) SMK PP Negeri Sembawa juga melakukan pendampingan DPM dan DPA. Siska Antoni adalah salah satu DPM di Kota Prabumulih yang kebunnya di resmikan menjadi Agrowisata Kebun Nanas Kota Prabumulih.
Wamentan Harvick bersama Walikota Prabumulih Ridho Yahya, Wakil Walikota Prabumulih Andriansyah Fikri, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel Giri Ramanda N Kiemas, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura sumatera Selatan ,Danramil 404-02/PBM Kapten CZi Didi Suratman Bambang Pramono serta Seluruh UPT Vertikal Kementerian Pertanian, melakukan peresmian dan penanaman nanas varietas queen.
Wamentan tampak meninjau stand yang ada di lokasi acara serta melihat langsung proses pengolahan nanas. Hasil pengolahan serat daun nanas ini bisa menjadi bermacam produk siap pakai, seperti kain tenun, pakaian, tanjak, dan tas.
Walikota Prabumulih, Ridho Yahya mengatakan nanas dari daerahnya sudah diekspor ke Singapura. Namun, jumlah produksinya hanya mencapai 100 kg per bulan, sementara total permintaan sebanyak 2 ton per bulan.
“Ke depan kami berharap bantuan-bantuan dari Kementerian Pertanian, mulai dari bibit nanas dan alat-alat pengelolaannya dapat menggenjot produktivitas nanas di Prabumulih,” katanya.













