Keterangan Foto : Kegiatan Super Moment di Kampus UNPER Tasikmalaya jadi sorotan. Abdul Azis (foto insert)
Pewart : Tono Efendi
Koran Sinar Pagi, Kota Tasikmalaya,-Larangan sponsor rokok masuk kampus acap dilanggar. Bukti longgarnya aturan di Universitas Perjuangan (UNPER) Tasikmalaya.
Agaknya adigium, peraturan di buat untuk dilanggar, tepat disandang UNPER. Kegiatan dengan sponsor rokok adalah buktinya. Meski kegiatan itu telah lama dilarang, bukan berarti tak ada. Yang terjadi sebaliknya, iklan rokok seperti mendapat tempat di dalam kampus UNPER.
Inagurasi Kegiatan Super Moment yang digelar UNPER Tasikmalaya pada Rabu (5/2/2023) yang dimulai dari siang hingga sore tadi bisalah dijadikan bukti. Acara yang digelar yang dihadiri ratusan mahasiswa ternyata menggunakan sponsor utama.
Kegiatan Super Moment yang digelar di area lapang kampus Universitas Perjuangan (UNPER) Tasikmalaya dengan melibatkan Sponsor Rokok Ternama, ternyata mendapat kritikan dan sorotan tajam dari sejumlah mahasiswa di Kota Santri.
Kritikan tersebut diantaranya datang dari Himpunan Mahasiswa Agribisnis UNPER Tasikmalaya sendiri.
“Ironi sekaligus miris melihat kegiatan Super Moment yang di hadiri oleh musisi yang sedang naik daun dimana acara tersebut dilaksanakan di Kampus Universitas Perjuangan Tasikmalaya, yang menggandeng sponsor Rokok Besar dari produsen rokok ternama itu,” ungkap Abdul Azis Demisioner Ketua Himpunan Mahasiswa Agribisnis yang juga mahasiswa UNPER Tasikmalaya, kepada Koran Sinar Pagi, Rabu (5/4/2023) sore tadi.
Lebih lanjut dia mengatakan, kegiatan ini sangat bertentangan dengan UU nomor 39/2009 tentang Kesehatan, dimana dalam undang undang tadi sudah jelas dimana setiap tempat belajar mengajar, termasuk sekolah dan universitas/kampus sebagai kawasan tanpa rokok.
“Melihat fenomena tersebut jelas bahwa kode etik kampus tidak jelas, yang seharusnya kampus menjadi ruang edukasi kesehatan malah menyesatkan seolah olah lembaga dan pihak Rektorat tidak berpikir panjang hanya berpikir cuan dan keuntungan semata,” tegas Abdul Azis dengan nada serius.
Bahkan dirinya mengaku prihatin, jika promosi dan sponsor rokok yang menyasar ke perguruan tinggi secara jelas seolah olah untuk memengaruhi mahasiswa untuk merokok.
Sementara perilaku merokok menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan dan kerugian ekonomi akibat penyakit yang muncul karena perilaku merokok, pungkasnya.













