Keterangan Foto : Tampak Alat Berat Bekho yang kini mulai melakukan pengurugan di Perum Blok Cikalang Babakan Goyang.
Pewarta : Tono Efendi
Koran Sinar Pagi, Kota Tasikmalaya,- Rencana Pembangunan Perum di blok RT.03 RW 06 Babakan Goyang Kelurahan Cikalang Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya, kini mulai di soal warga.
Perum yang kini masih dalam “pengurugan” tersebut, ternyata dalam awal proses rencana pembangunannya, diduga belum melakukan sosialisasi terhadap warga yang berdekatan dengan lokasi perum, seperti warga RT.03 dan warga RT.04.
M.Koswara, salah satu warga RT.03 RW.06 Babakan Goyang Cikalang, mengaku jika dirinya selaku warga yang tinggalnya sangat berdekatan dengan pembangunan perum tadi, merasa tidak pernah diajak bicara oleh pengembang perum tersebut.
“Padahal jarak rumah saya sangat berdekatan kira kira dua meter dari lokasi pembangunan perum, tapi sampai sekarang oleh pengembang perum belum merasa diajak bicara, atau tidak pernah dilakukan sosialisasi kepada warga setempat,” terang M.Koswara kepada wartawan.
Bahkan dirinya selaku warga yang terkena dampak dari perum tadi, mengaku belum pernah memberikan ijin atau menandatangani kesepakatan hitam diatas putih.
“Yang saya tahu sampai saat ini belum ada sosialisasi kepada warga, bahkan saya sama sekali belum menandatangani pernyataan dukungan. Jika nanti ada tanda tangan saya, pasti itu palsu,” ujar tokoh pemuda Cikalang ini yang dikenal vokal diwilayahnya.
Sementara itu Lurah Cikalang, Eri Hendrawan,SH,. Mengakui jika hingga kini baik dari pihak pengembang perum atau orang perwakilannya, sama sekali belum ada koordinasi dengan pihak kelurahan. Apalagi melakukan sosialisasi dengan warga, terkait rencana pembangunan perum di blok Babakan Goyang.
“Sampai saat ini belum ada yang datang dari pihak pengembang perum tersebut, jangankan datang kulonuwun ke kelurahan untuk bersilaturahmi dalam rangka melakukan koordinasi dengan pihak kelurahan, dalam hal ini saya sebagai lurah sama sekali belum ada yang datang,” ucap Lurah Cikalang Saat dihubungi Koran Sinar Pagi, Selasa (11/4/2023) pagi tadi di kantornya.
Bahkan dengan nada kesal, lurah Cikalang sangat prihatin dengan sikap pengembang perum tersebut yang dianggapnya kurang memiliki etika seperti menemui lurah yang notabene sebagai pimpinan wilayah di tingkat kelurahan.
Dari informasi, pihak pengembang perum hanya melakukan koordinasi dengan pihak Babinsa dan babinkamtibmas setempat, sementara lurah yang memiliki tanggung jawab diwilayah Cikalang merasa dilangkahi.
“Pihak kelurahan sebenarnya hanya ingin mengetahui berapa luas wilayah perum yang akan dibangun, soalnya kita sendiri harus tahu dampak dan gejolak warga kedepan, seperti pembatas lahan serta pembatas saluran air. Jangan sampai jika turun hujan lebat, warga sekitar akan terkena banjir atau dampak dampak lainnya, bukan tidak mungkin lahan yang digunakan untuk perum ini adalah lahan terbuka hijau atau jalur hijau dimana tidak boleh dibangun bangunan permanen seperti perum,” kata Lurah Eri.
Bahkan dirinya merasa kecolongan dengan adanya alat berat seperti Bekho untuk pengurugan lahan, karena hal seperti ini saja tidak laporan ke pihak kelurahan, padahal jarak lokasi pembangunan perum dengan kantor kelurahan cukup dekat sekitar 100 meter.
Terpisah, perwakilan pengembang perum tersebut, Agus saat wartawan mencoba menemui dilokasi tidak berada ditempat, menurut warga sekitar orang yang dipercaya perum itu sedang di Bandung.
“Yang punya perum ini orang Bandung, biasanya pa Agus selaku perwakilannya biasanya ada dilokasi, tapi katanya lagi ke Bandung. Sehari harinya dia ngontrak di kontrakan yang tidak jauh dari lokasi perum. Jika tak ada pa Agus, biasanya diwakili oleh A Keling dan Atang warga Cikalang,” ucap lelaki berjanggut putih yang minta namanya tidak disebutkan kepada wartawan.
