Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Praktisi Pendidikan)
Semua Presiden RI ujungnya “terjatuh” dan kontroversial. Misal Bung Karno, tokoh proklamator, dipuja, disanjung, dianggap manusia setengah Dewa. Ujungnya terjatuh dan menderita, bahkan kisah peti jenazahnya pun menyimpan kisah kontroversi.
Suharto, dipuja bapak pembangunan, the smiling general, 32 tahun berkuasa. Ujungnya “terjatuh” dan kontroversial. Label KKN dan bobroknya orde baru, melekat pada Suharto dan bahkan keluarganya.
Habibie, dipuja sebagai teknokrat dan the smart man. Disisi lain Ia pun dianggap “Yes Mannya” Suharto dan bagian dari kisah kelam orde baru. Ia pun dianggap sebagai Presiden transisi. Ia pun “terjatuh” dikaitkan dengan lepasnya timor leste.
Gus Dur, tokoh NU, keluarga besar kiyai dan akhirnya “terjatuh” pula. Ia dilengserkan dan meninggalkan istana. Megawati, SBY keduanya pun berujung kontroversial. Kisah Megawati tak terpilih di Pilpres 2004. Kisah SBY melekat stigma Gurita Cikeas dan Candi Hambalang.
Dari kesemua Presiden RI, sampai saat ini Presiden Jokowi masih berada di urutan Presiden RI terunggul. Keunggulannya dibanding Presiden RI lainnya adalah :
Pertama, Ia satu satunya Presiden RI yang berawal dari seorang walikota. Ia orang daerah yang menguasai Ibukota RI. Ia satu-satunya Presiden RI yang merambat karir politiknya dari daerah. Walikota di daerah, gubernur di DKI Jakarta dan Presiden RI di ibukota. Ia berasal dari rakyat daerah, rakyat biasa, bukan tokoh nasional.
Kedua, Ia adalah Presiden RI yang selalu dihina dan dinistakan sejumlah lawan politik. Bahkan mulai dari masyarakat lugu dengan masyarakat sarjana pun membuli tiada henti. Tuduhan PKI, ijazah palsu, sampai antek China, melekat kepadanya.
Planga plongo, manusia got dan petugas partai dilekatkan kepadanya. Sungguh penghinaan dan buli tiada henti tertuju kepadanya. Kisah ini, kisah penghinaan pada pemimpin memang sejak zaman para Nabi selalu ada. Namun Allah selalu punya kisah dan designnya sendiri.
Zaman akan terus makin jelimet, jumlah manusia saat ini jauh lebih banyak dan kompleks. Indonesia misalkan, jumlah penduduknya 270 jutaan, ratusan bahasa, ratusan kepulauan, suku dan semua penganut agama ada. Kompleksitas sosial politik tentu lebih rudet zaman saat ini.
Daya hujat pada pimpinan saat ini akan jauh lebih kuat, mengingat jumlah penduduk dan kompleksitas lebih besar dibanding zaman para Walisongo dahulu. Plus kemajuan IPTEKS dan publik netizen yang tidak ada pada zaman para wali. Tantangan zaman saat ini lebih besar.
Kembali ke Jokowi sebagai manusia biasa yang punya sejumlah kekurangan. Ia pun tentu banyak kekurangan karena bukan “manusia setengah Dewa”, namun apa pun kekurangan Jokowi, Ia adalah Presiden RI. Ia ada dalam design Tuhan yang harus melayani 270 jutaan warga negara RI.
Kalau kita lihat dari semua generasi keluarga Presiden RI, belum ada satu pun anak dan keturunannya dipercaya menjadi kepala daerah. Bisa jadi anak Presiden RI Yang lain tidak akan mau menjadi seorang kepala daerah setingkat walikota/bupati. Mengapa ? Bisa karena tidak akan terpilih, bisa juga kerena dianggap daerah itu rendah.
Jokowi, anak dan menantu malah dipercaya jadi kepala daerah. Anak presiden yang lain? Apakah bisa dipercaya? Walau ini pun mendapat kritik dan kontroversi terkait politik dinasti. Kalau rakyat menghendaki ? Kalau rakyat percaya ?
Bahkan anak bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep rame diperbincangkan mendapat kepercayaan untuk maju di Pilwalkot Depok. Sebuah apresiasi dari publik yang mempercayai “gen Jokowi” dibanding pemimpin lain yang spekulatif, ini sebuah keistimewaan dibanding Presiden RI lainnya.
Lebih unik lagi, bila “jagoan” Jokowi, Presiden penggantinya unggul, ini akan semakin menguatkan unggulitas sosok Jokwi sebagai Presiden RI terunik sepanjang sejarah. Apalagi bila IKN sukses, Ia akan tercatat dalam sejarah sebagai Presiden IKN selamanya.
Apakah gosip, fitnah dan narasi narasi politik yang mengasasinasinya akan berlaku? Apakah Ia akan menderita diujung jabatannya sebagaimana hampir semua Presiden RI sebelumnya ? Atau Ia malah jadi tokoh mendunia kebanggaan NKRI ?
Simpulan akhir, semua kisah kehidupan manusia dalam design Allah, Tuhan yang maha merencakan. KH Syaiful Karim mengatakan, “Jangan sampai Allah yang ghoib disembah-sembah, Allah yang nyata diabaikan”, Manusia adalah karya agung Allah yang nyata.













