OPINI/Artikel

Piala Dunia Diprioritaskan Kemiskinan Rakyat Terabaikan

adminsigiku.com
×

Piala Dunia Diprioritaskan Kemiskinan Rakyat Terabaikan

Sebarkan artikel ini

Oleh : Aan Amanahtia (Ibu Rumah Tangga)

Sebagaimana kita ketahuilah, SEA Games 2023 telah usai. Untuk event piala dunia ini, pemerintah RI menggolontorkan dana fantastis, yaitu mencapai miliaran. Dana tersebut digunakan untuk pembinaan atlet hingga bonus bagi peraih medali.
Dana berasal dari APBN Sri Mulyani merinci anggaran hingga miliaran.

Besarnya dana yang digolontorkan pemerintah untk piala SEA Games menunjukan perhatian.
Mengharumkan nama bangsa dimata dunia.
Dengan demikian, tidak mengherankan bahwa para atlet, pelatih, dan asisten pelatih yang meraih medali, maupun piala, baik emas, perak, maupun perunggu,
Mendapatkan bonus yang totalnya mencapai miliaran. Sebuah jumlah yang sangat pantastik.

Sesungguhnya pemerintah bukan kali ini saja menggolontorkan dana yang sangat pantastik untuk bonus bagi peraih medali maupun piala.
Bonus yang sangat pantastik hingga miliaran.
Menunjukan pemerintah bahwa piala Dunia diprioritaskan. Pemerintah totalitas memberikan dukungan, termasuk anggaran yang begitu sangat pantastik ( besar).

Oleh karena itu dukungan totalitas terhadap piala Dunia bukanlah sektor yang menentukan hidup dan matinya masyarakat. Namun mengikuti event internasional hingga menghabiskan anggaran ratusan miliar, itu tidak lebih hanya meraih kebanggaan semata.

Sejatinya sungguh miris, sektor yang lebih penting karena mendesak dan terkait nyawa masyarakat.
Justru kurang mendapatkan prioritas. Salah satunya adalah terkait stunting ( kekurangan gizi).
Sesunguh nya kemiskinan ekstrem masih banyak terjadi di Indonesia.
Selain permasalahan kekurangan gizi terhadap anak-anak, disektor infrastruktur juga problem yang butuh diprioritaskan.
Misalnya terkait jalan rusak yang berlubang merupakan sektor yang terpenting terkait keselamatan masyarakat.

Sejatinya menunjukan bahwa masih banyak diprioritaskan dan butuh anggaran yang pantastik ( besar). Bisa jadi selama ini dana yang dikucurkan sudah triliunan rupiah, tetapi jika dibandingkan dengan jumlah penerima program yang mencapai jutaan orang, juga dari aspek belum terselesaikannya problematika tersebut.
Sejatinya sektor-sektor inilah yang seharusnya mendapatkan perhatian besar dari pemerintah dan diprioritaskan dalam pemberian anggaran. Bukan justru kemiskinan rakyat terabaikan.

Dengan demikian, sejatinya bahwa kehidupan dengan syariah islam mewujudkan kehidupan ambisi dan cita-cita agung, mulia yang penuh keberkahan. Yaitu menjunjung tinggi kalimah Allah dengan beramal makrup nahi mungkar yaitu dakwah.
Dengan demikian, ketika Nabi memerintahkan umat islam untuk belajar berkuda, memanah, tujuan nya untk menjaga kebugaran fisik, tidak yang lain.

Dasarnya adalah firman Allah SWT.
“Siapakah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang mampu kalian upayakan.
” (As Al-Anfal:60)

Juga sabda Rasullah,
“Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah, daripada orang mukmin yang lemah.”

Sejatinya yang diprioritaskan dalam syariah Islam adalah terkait pemenuhan kebutuhan dasar rakyat sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan tentunya keamanan.
Negara memfasilitasi rakyat untuk memenuhi semua itu dengan membuat lapangan kerja seluas-luasnya dan mewujudkan iklim usaha yang kondusif.
Negara juga menyediakan fasilitas pendidikan, kesehatan, keamanan secara gratis dan berkualitas. Dengan demikian rakyat akan aman sentosa sejahtera secara nyata.
Wallahu a’lam bishwaab.