Pewarta: Frans Ganyang
Koran SINAR PAHI, Kab. Bogor,- Rawannya penyimpangan terkait seputar pengelolaan dana bantan oprasional sekolah (bos) khususnya pada Sekolah Dasar Negeri (SDN) di wilayah Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor akir – akir ini kian tumbuh subur, berbagai modus overandi biasanya di duga mereka mainkan dengan berkabolarasi dengan jajaran; mulai dari perans serta oknum gugus, oknum kepala sekolah hingga pengurus K3S tingkat Kecamatan yang secara wilayah masih dalam satu atap turut serta mengamini dan di duga kuat ikut ambil bagian.
Dugaan atas merebaknya penyimpangan seputar pengelolaan dana bos di wilayah kecamatan cileungsi, di sinyalir karena selain minimnya pengawasan oleh pihak terkait; juga di picu oleh sistem pengelolaan yang tidak transparansi oleh para oknum Kepala Sekolah selaku pelaksana dan penanggung jawab mutlak dalam mengelola dan mengalokasikan mata anggaran.
Biasanya mereka bermain dari sisi alokasi aggaran dari aitem – aitem sesuai juknis dana bos, modusnya pun beragam, mulai dari memark up aggaran hingga mengalokasikan dana pada sub bidang lain secara terselubung yang terindikasi melibatkan jajaran kepengurus K3S tingkat Kecamatan dengan bersama – sama ikut mengakal – akali sekaligus mencari cela demi meraup pundi – pundi rupiah.
Seperti yang baru saja terjadi, diduga Jetua K3S beserta jajaran main mata dengan para kepala sekolah guna mengondisikan sebagian dana bos untuk mengcover kegiatan pembinaan pgri dan pengesahan tanda tangan terkait kurikulum. Berdasrkan laporan dari narasumber kami yang merupakan orang dalam, di mana menurut informasi yang akurat ada semacam instruksi dari Ketua K3S dan Ketua PGRI terhadap jajaran Kepala Sekolah. Intruksi tersebut di duga kuat sebagai perintah untuk mengakali atau menggali sumber dana agar supaya kegiatan atau pun program tersebut dapat terlaksana sehingga pada akhirnya lagi – lagi sebagian dari dana bos harus di kondisikan artinya tahu sama tahu alias cawe – caawe.
Bahkan lebih jauh tutur sumber kami, di duga ada oknum KetuaK3S dan Ketua P9GRI tingkat kecamatan sampai berani mengambil sikap yang tergolong terlalu “vulgar ” dengan berkilah kalau adanya misi terselubung di maksud berdasarkan perintah atasan.
Tidak menutup kemungkinan apabila dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana bos tingkat Sekolah Dasar Negeri (SDN) di wilayah Kecamatan Cileungsi rawan terjadi akibat dari adanya pembiaran oleh pihak terkait.
