OPINI/Artikel

Ngeri, Begal Menyasar Perempuan

adminsigiku.com
×

Ngeri, Begal Menyasar Perempuan

Sebarkan artikel ini

Oleh : Salsabilla Rida (Ibu Rumah Tangga)

Dewasa ini telinga kita serasa panas mendengar bermunculannya kejadian tidak menyenangkan menimpa perempuan.

Baru baru ini telah terjadi aksi begal payudara terjadi di jalan panyaungan, Desa Nagrak, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung. Aksi itu terekam kamera dan videonua tersebar di media sosial.

Dalam video tersebut, terlihat dua siswi SMA sedang berjalan. Dari arah belakangnya ada seorang laki- laki mengendarai sepeda motor. Saat melintasi dua pelajar tersebut, pengendara sepeda motor itu melepaskan tangan kirinya dari setang motornya. Lalu tangan tersebut menggapai dada satu pelajar tersebut. Sontak korban yang berseragam SMA ini berteriak.
merebaknya kejahatan pelajar bukanlah disebabkan oleh satu faktor saja, melainkan banyak faktor yang terlibat, tetapi intinya sekularisme.

Merebaknya kejahatan terhadap perempuan bukanlah disebabkan oleh satu faktor saja, melainkan banyak faktor yang terlibat. Namun, inti dari semuanya adalah liberalisme, kapitalisme dan sekularisme dimana menjauhkan agama dari pengaturan kehidupan. Sistem ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, semua digarap lepas dari agama. Tidak ada akidah yang menjadi tuntunan dan sekaligus rem bagi manusia dalam bertindak.

Sedangkan Liberalisme memberikan kebebasan pada manusia untuk melakukan apa saja yang disukai. Sementara itu, masyarakat semakin mudah mendapatkan tontonan yang mendorong rangsangan sexual. Bisa melakukan apa saja dan mengabaikan salah dan benar.

Sedangkan Kapitalisme, menjadikan ukuran dari kehidupan adalah materi sehingga mengabaikan faktor non materi seperti agama dan kasih sayang.
Sehingga mudah sekali melakukan aksi kriminalitas. Ditambah hukum yang tidak membuat jera para pelaku
Karena seyogyanya
Negara Menjadi Pengadil bagi masyarakat.

Dalam Islam negara menjadi perisai. Islam memiliki paradigma dalam penanganan kasus kriminalitas. Melalui kitab petunjuk hidup sebagai acuan. Islam menerapkan seperangkat hukum yang menyelesaikan masalah mulai dari akar sampai ke cabang-cabangnya.

Pertanggungjawaban penerapan sistem aturan ini, berada di pundak pemimpin beserta seluruh perangkat yang diangkatnya. Pemimpin tidak cukup bertanggung jawab terhadap rakyat, melainkan juga bertanggungjawab terhadap Allah Swt. secara langsung.

“Pemimpin dalam Islam memiliki dua fungsi. Pertama, fungsi pemeliharaan urusan rakyat, dan kedua, fungsi perisai,yaitu pelindung bagi rakyat. Dengan dua fungsi ini negara mengurus dan melindungi rakyat, tidak terkecuali pelajar.

Negara adalah benteng sesungguhnya. Mekanisme perlindungan masyarakat dilakukan secara sistemis, meliputi berbagai aspek yang terkait langsung maupun tidak langsung, melalui berbagai pengaturan yang ditetapkan Islam.

Semakin jauh aturan Alloh SWT dari kehidupan semakin banyak kejahatan terkhusus terhadap perempuan.

Wallahu a’lam bi ashawab