OPINI/Artikel

Siaga BencanaTerhadap Perubahan Iklim

adminsigiku.com
×

Siaga BencanaTerhadap Perubahan Iklim

Sebarkan artikel ini

Oleh : Aan Amanahtia (Ibu Rumah Tangga)

Sungguh miris kerakusan manusia menyebabkan permasalahan perubahan iklim ini. Mereka sebagai subjek yang membuat kerusakan dibumi. Tanpa berpikir panjang mereka melakukan penambangan secara besar-besaran dan mengonsumsi energi fosil berlebihan demi mengeruk keuntungan materi.

Selain itu gaya hidup liberalisme yang mengagungkan kebebasan juga turut menyumbang perubahan iklim. Pemahaman yang serba bebas ini melahirkan tingkah dan polah manusia yang serakah. Demi kesenangan dan kepuasan pribadi, mereka bebas menghabiskan dan memanfaatkan energi.

Contohnya, Orang-orang kaya ataupun setengah kaya jor-joran membeli mobil hanya untuk memenuhi, gaya hidup. Padahal, mayoritas mobil yang ber-cc besar otomatis membutuhkan energi banyak untuk menggerakannya. Energi ini dari pembakaran bahan bakar minyak (BBM) yang berasal dari fosil.

Dengan demikian paham kebebasan ini lahir dari sekularisme yang menjauhkan peran agama dalam kehidupan. Manusia dengan akalnya mengatur semua kebutuhan tanpa sadar prilaku mereka akan membuahkan masalah baru. Oleh sebab itu, masalah perubahan iklim bukan sekedar masalah teknis yang dapat selesai dengan penanganan secara ulmiah, tetapi merupakan masalah cara pandang. Akar masalah cara pandang. Akar masalah ada pada pola pikir manusia.

Saat ini, dunia sedang terkuasai manusia yang mengemban idologi kapitalisme. Akal manusia diagungkan, kebebasan perilaku dibiarkan, dan materi menjadi tolak ukur kebahagian. Manusia tanpa arahan akhirnya menjadi brutal, Melakukan perusakan lingkungan secara besar-besar hanya demi meraih keuntungan. Inilah sistem meraih keuntungan. Inilah sistem kapitalistik yang akhirnya merusak kehidupan dunia.

Sejatinya jika dunia benar-benar serius ingin memperbaiki kerusakan ini, mereka harus menyelesaikan sampai akar, bukan hanya pada pangkalnya. Karena jika pola pikirnya tetap kapitalistik, perubahan pemanfaatan energi itu pun akan membantu, justru melahirkan masalah baru.

Oleh karenanya, upaya penyelesaian ini harus dari akarnya, yaitu perubahan pemikiran. Jika idologi kapitalisme telah membuat kehancuran dimana-mana, perlu ada idologi yang bersifat memperbaiki.

Didunia ini hanya ada tiga ideolgi: kapitalisme yang telah terbukti merusak kehidupan, sosialisme yang sudah lama ditinggalkan karena tidak manusiawi, dan islam yang dahulu diterapkan selama 13 abad. Dari ketiga ideologi ini, yang membawa kebaikan ketika diterapkan hanyalah islam.

Selain dari bukti sejarah, Allah swt. Pun telah berjanji bahwa islam akan membawa rahmat. “Kami tidak mengutus engkau, wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia. ” (QS Al Anbiya: 107)

Dengan demikian, kita perlu memakai islam sebagai ideologi yang dapat menyelesaikan masalah ini. Islam mengajarkan ketika kita harus menjaganya. Jika kita pasukan dengan ilmu pengetahuan, kita akan menemukan solusi dari perubahan iklim ini.

Akhirnya kita tahu bahwa islam merupakan ideologi sempurna dan paripurna. Jalan satu-satunya menyelamatkan dunia dari perubahan iklim ini adalah meninggalkan kapitalisme dan mengambil islam sebagai gantinya.

Wallahu’alam bishawaab.