Oleh : Ai Sumiati (Ibu Rumah Tangga)
Kemarau panjang yang disertai fenomena El Nino berdampak pada berbagai hal seperti kekeringan, kebakaran, kekurangan bahan pokok yang berdampak pada kenaikan harga beras, dan lain sebagainya. Hal ini menjadi perhatian pemerintah, terutama di Kabupaten Bandung. Sebagaimana dilansir dari JABAR EKSPRES bahwa, pemerintah Kabupaten Bandung menggelar salat istisqa’ atau salat untuk meminta hujan yang dilaksanakan di Lapang Upakarti, komplek Pemkab Bandung, Soreang, Kabupaten Bandung pada hari Jum’at (13/10/2023) sekitar pukul 13.00 WIB.
Dengan dilakukannya salat istisqa’ ini berharap kemarau panjang ini segera selesai mengingat sudah lebih dari 6 bulan lalu. Kang DS mengatakan, dirinya sengaja melaksanakan salat istisqa’ dan memohon kepada Allah SWT untuk meminta hujan.
“Tentunya kita sebagai manusia biasa, manusia yang tidak luput dari dosa. Tentu memohon kepada Allah SWT semoga Kabupaten Bandung khususnya, dan negara kita ini segera hujan,” katanya.
Memang benar apa yang disampaikan oleh kang DS kita harus menyadari bahwa kita sebagai manusia biasa harus mengembalikan keadaan ini kepada sang Maha Pencipta salah satunya dengan menggelar salat istisqa’. Tapi apakah cukup hanya dengan salat istisqa’ saja? Tentu tidak cukup.
Kita harus memahami dan menyadari, kenapa Allah SWT menurunkan kemarau berkepanjangan ini, tentu tidak semata-mata karena dampak dari fenomena El Nino, tapi Allah SWT bisa jadi memperingatkan umat manusia terutama kaum Muslim agar kembali kepada aturan-aturan Allah SWT. Aturan yang diterapkan saat ini adalah sistem kapitalisme, dimana aturan yang dibuat berasal dari manusia. Sistem yang memisahkan agama dari kehidupan. Sistem saat ini adalah sistem yang merusak bukan hanya alam tapi juga tatanan kehidupan. Sehingga sangat wajar ketika Allah SWT menguji atau lebih kepada memperingatkan negeri ini dengan kemarau yang berkepanjangan. Sebagaimana firman Allah SWT, yang artinya;
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (TQS. ar-Rum ayat 41).
Ayat ini sangat jelas kalau Allah SWT ingin memperingatkan umat manusia agar kembali ke jalan yang benar yaitu kembali kepada syariat-Nya. Ketika manusia kembali ke aturan-aturan Allah SWT, maka Allah akan memurunkan keberkahannya baik dari langit maupun dari bumi, sebagaimana firman-Nya yang artinya;
“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (TQS. al-A’raf ayat 96).
Jadi, meskipun salat istisqa’ ini baik, agar Allah menurunkan hujan, tetapi belum cukup untuk mengatasi kemarau berkepanjangan ini. Yang menjadi solusi satu-satunya adalah kembali kepada sistem Islam. Wallahu’alam bishshawab
Sumiati











