OPINI/Artikel

Dibalik Polpres Ada Kekuatan Oligarki

adminsigiku.com
×

Dibalik Polpres Ada Kekuatan Oligarki

Sebarkan artikel ini

Oleh : Imas Karmilah (Ibu Rumah Tangga)

Para pendukung bakal calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka yang tergabung dalam Relawan Mas Gibran, beri perhatian ke masyarakat khususnya di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Adapun ini juga bertepatan dengan momentum Hari Pahlawan 10 November.

Relawan Mas Gibran mengajak warga di Ciluncat untuk mengikuti kegiatan senam sehat. Warga pun tampak antusias mengikuti kegiatan ini.Senam Sehat ini tidak hanya memberikan manfaat fisik, tetapi juga membangun kebersamaan dan semangat gotong royong di antara masyarakat Kabupaten Bandung.

Di Kecamatan Cakuang, Bandung kulon juga di kecamatan mandalati melakukan kegiatan serupa mendapatkan bantuan berupa sembako,ini merupakan bukti nyata kepedulian dan perhatian calon wapres mas Gibran terhadap contoh baik kegiatan kemanusiaan penting untuk diperhatikan demi masyarakat yang lebih baik.

Sebab, elektabilitas pasangan yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM) itu saat ini mampu tembus mencapai angka di atas 40 persen.

Elektabilitas Prabowo-Gibran mencapai 40,2 persen pada survei yang digelar 28 Oktober-3 November 2023. Bahkan, trennya terus meningkat. Dibanding survei September 2023, elektabilitas Prabowo-Gibran naik sampai 9,5 persen
Survei Indo Barometer merilis hasil surveinya dengan tema ‘Menuju Potensi Pilpres Satu Putaran’, Sabtu (11/11/2023). Tercatat, elektabilitas bakal calon wakil presiden (Cawapres) Koalisi Indonesia Maju (KIM) Gibran Rakabuming Raka paling tinggi di antara kandidat lainnya.

kita selalu menemukan berbagai drama politik yang dilakoni para politisi. Berbagai manuver politik bak drama korea yang sudah di setting begitu cantik dan mulusnya,untuk bisa duduk di kursi kekuasaan, menengok ke belakang, drama politik menjelang pemilu bukan hanya terjadi kali ini saja. Di setiap tahun politik,
contoh, misteri hilangnya nyawa petugas KPPS (Kelompok Petugas Penyelenggara Suara) saat pilpres 2019 yang lalu.

Bayangkan, sebanyak 894 petugas meninggal dunia dan 5.175 petugas mengalami sakit, dengan serentak. Hingga kini publik pun masih dibuat tanda tanya dengan kasus tersebut. Sehingga jangan disalahkan jika banyak publik menilai, kematian mereka bukan mustahil ada kaitannya dengan pilpres.

Hiruk pikuk menjelang perhelatan Akbar pilpres 2024 menjadi keuntungan para oligarki yang memiliki kepentingan besar terhadap siapa yang akan menjadi presiden karena itu menentukan ” nasib” bisnis mereka kedepan sehingga terhindar dari kesulitan perijinan dan memperlicin pengembangan bisnis mereka yang lainnya.

Menjelang pilpres 2024 hampir semua politisi tentu membutuhkan dana yang begitu besar untuk memenangkan kontestasi politik pilpres,jadi penguasa dan penanam modal dalam sistim demokrasi sejatinya seperti simbiosis mutualisme saling membutuhkan satu sama lain.

Sistem berlandaskan pada demokrasi sekuler liberal selalu akan melahirkan politik yang pragmatis pada akhirnya menentang agama sebagai pedoman dalam menjalankan pemerintahan termasuk mekanisme pemilu.politisi bertarung tanpa memakai aturan agama sehingga politik uang, kecurangan, penipuan dan segala jenis kejahatan akan selalu hadir mewarnai drama politik. Inilah sistem sekuler yang mengesampingkan Pencipta, aturannya dibuat hanya untuk memuaskan nafsu harta dan kuasa rezim yang bekuasa.

Demikianlah, sistem politik demokrasi merupakan hasil kompromi berbagai kepentingan elit politik dan bergabung dalam koalisi yang memungkinkan dirinya mendapat jatah kue kekuasaan dan memiliki kesamaan visi dan misi untuk mendapatkan jatah kursi.

Disadari atau tidak sistem demokrasi telah banyak merugikan khususnya umat Islam,suara mereka hanya dijadikan alat kemenangan untuk mereka dan parahnya lagi mereka hanya menjadi sebagai pendorong mobil mogok setelah mobilnya berjalan rakyat pun ditinggalkan.

Berbeda dalam sistem Islam,khalifah adalah yang bertanggung jawab terhadap urusan rakyat sekaligus melindunginya dari segala macam bahaya sehingga fokus utama kerja penguasa adalah mengurusi urusan umat, bukan pengusaha. Sebabnya, bagi penguasa yang lalai dalam memenuhi kebutuhan umat. Allah Swt. akan mengharamkan dirinya masuk surga. Apalagi bagi penguasa yang menipu rakyatnya dengan menjual seluruh harta rakyat seperti batu bara, minyak, air, gas.

”Siapa saja yang telah Allah jadikan pemimpin, lalu dia mati dalam keadaan menipu rakyatnya, maka surga Allah haram atas dirinya”. (HR Ahmad).

Karena itu sudah saatnya umat islam sadar,bahwa sistem demokrasi bertentang dengan islam dan murugikan rakyat dan
Sebaliknya, sistem politik Islam mampu mewujudkan kontestasi yang beradab, sesuai dengan syariat, dan mementingkan urusan umat. Sistem politik Islam akan dapat menghantarkan kepada penerapan Islam secara kafah dalam bingkai Khilafah.