Pewarta : Awing
Kab.Jeneponto – Upaya mengembangkan potensi sekolah terus dilakukan oleh jajaran UPT SMAN 3 Jeneponto termasuk dalam hal berkaitan dengan kedisiplinan dan etika baik para siswa maupun seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembelajaran disekolah tersebut.
Tidak bisa dipungkiri cap buruk sempat melekat terhadap sekolah ini, dimana sebelumnya, siswa SMAN 3 Jeneponto kerap terlibat tawuran dengan siswa sekolah lainnya, tidak hanya itu, sekolah yang berlokasi di Jl Malilsikki, Kelurahan Panaikan, Kec.Binamu, Kab.Jeneponto ini disebut sebagai sarang pungli.
Namun, pasca pelantikan Sitti Suriani, S.Pd., MM menjadi Kepala UPT SMAN 3 Jeneponto, dengan berbagai inovasinya dalam memimpin, kondisi sekolah ini lambat laun mulai mengalami perubahan kearah yang lebih baik.
Saat ditemui diruang kerjanya, Kepala UPT SMAN 3 Jeneponto, Sitti Suriani D, S.Pd., MM. mengatakan, kedisiplinan dan etika dalam bergaul menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk karakter siswa sebagai bekal menyongsong kehidupan bermasyarakat kelak dikemudian hari, sehingga pembinaannya perlu dilakukan sejak dini.
Menurutnya, Trend negatif dari perilaku siswa yang kerap terjadi saat ini, seperti tawuran, dipicu oleh ketidakdisiplinan dan rendahnya etika yang dimiliki, dan menurutnya, hal ini harus mendapat kontrol serta perhatian lebih dari para guru dan orangtua murid, untuk itu diperlukan adanya kolaborasi antara pihak sekolah dan orangtua murid untuk mengantisipasinya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para guru dan seluruh stakeholder UPT SMAN 3 Jeneponto yang telah membantu menjalankan program pembelajaran baik akademis maupun non akademis sesuai dengan tugas dan fungsinya masing masing, sehingga keadaan sekolah sampai hari ini sudah cukup baik.
“Sekarang tidak ada lagi siswa kami yang keluyuran baik di jam sekolah maupun diluar jam sekolah, namun demikian, walaupun ternyata bukan siswa kami yang memicu terjadinya tawuran, tapi kami tetap akan kontrol, agar hal tersebut tidak lagi terjadi,? tegasnya.
Terkait masalah dugaan pungli, Sitti membantah hal tersebut, menurutnya segala sesuatu yang berkaitan dengan keuangan, akan diselesaikan melalui musyawarah dalam rapat, agar semuanya transparan.
“Kami serahkan pada guru untuk menunjuk bendahara dan sampai sekarang, tidak ada itu yang namanya pungli disekolah ini, saya berharap semoga apa yang didugakan orang kepada kami tidak akan terjadi dimasa kepemimpinan saya,” ucapnya.













