Solusi Selamatkan Air Bawah tanah
Oleh : Susi Trisnawati
Hampir di setiap wilayah permasalahan air sepertinya tidak pernah ada habis- habisnya dan solusi yang diambilpun belum menunjukkan perubahan yang mendasar, terkhusus di Kabupaten Bandung. Persoalan air bawah tanah yang kian marak diambil oleh perusahaan-perusahaan, yang sangat berpotensi menabung bencana yang dapat merusak lingkungan, bahkan merugikan masyarakat serta ancaman kepada kehidupan manusia.
Seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, masyarakat resah dengan yang dilakukan PT Tirta Fresindo Jaya (TFJ), yang mengambil air dengan sistem artesis secara berlebihan diduga operasionalnya mengambil sumber daya alam tanpa adanya perawatan ekosistem, sehingga dinilai merupakan suatu kejahatan eksploitasi lingkungan, dan di demo ormas Bamuswari.
Direktur Eksekutif Walhi Jabar, Wahyudin Iwang mengatakan, kondisi yang terjadi tak hanya di Cicalengka saja, tapi sejumlah daerah lain di Kabupaten Bandung, sudah marak pengambilan air oleh perusahaan untuk dikomersilkan atau privatisasi kan.
Privatisasi air merupakan aktivitas yang dilakukan pengusaha dalam pengelolaan sumber daya air, untuk tujuan mendapat keuntungan, ditambah mekanisme perizinan perusahaan air yang belum sampai legal, dan lebih bahaya ketika pemerintah memberi izin kepada perusahaan yang melakukan privatisasi air.
Celaka dan sayangnya kondisi sampai saat ini, air dijadikan komoditas untuk dikomersilkan, sementara relasi masyarakat dengan air semakin jauh, membuat warga berpotensi mengalami krisis air hingga kekeringan, dampak lainnya yakni dapat mempengaruhi terhadap konstruktor dan kelabilan tanah, sehingga bila terjadi gempa muncul bisa terjadi ambles.
Pemerintah seharusnya mempertimbangkan, keselamatan lingkungan itu sama dengan menyelamatkan rakyat, menyelamatkan nyawa manusia. Lagi- lagi watak kapitalisme cukup jelas dimana penguasa dan pengusaha bergandengan demi keuntungan pribadi rakyat menjadi korban, dan permasalahan air itu akan terulang terjadi selama sistem kapitalisme ini bercokol, menjauhkan agama dari kehidupan, bahkan dari negara, tidak memikirkan halal haram yang penting untung.
Dan solusi tuntas untuk semua permasalahan termasuk air adalah dengan diterapkannya sistem pemerintahan Islam, dalam Islam air selain kebutuhan pokok bagi masyarakat, air juga termasuk salah satu kepemilikan umum, artinya air milik seluruh masyarakat yang wajib dikelola negara tidak di serahkan kepada individu atau pengusaha yang hasilnya dinikmati oleh seluruh masyarakat.
Dan sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda bahwasanya orang muslim berserikat dalam 3 hal yaitu: air, padang rumput (pohon) dan api (bahan bakar) dan haram memperjualbelikannya.(HR. Ibnu Majah)
Islam memiliki sejumlah aturan yang adil dan serius dalam mengatur permasalahan hidup, karena aturan itu datang dari Sang Pencipta manusia, dan seluruh alam semesta beserta isinya yaitu Allah SWT dan aturan itu adalah Alqur’an dan As Sunah, dan hadist diatas menegaskan bahwa ketiga benda tesebut harganya haram atau tidak boleh dijual karena ketiga benda tersebut sifatnya tidak akan pernah habis dan menjadi sebuah kebutuhan bagi masyarakat untuk memperlancar kebutuhan masyarakat di dalam memenuhi kelangsungan hidupnya, karena masyarakat tidak pernah lepas kebutuhannya atas tiga benda tersebut atau disebut dengan sumber daya alam.
Jadi jelas dalam sistim Islam tidak akan ada permasalahan, semuanya akan tuntas diselesaikan, karena Islam adalah rahmat bagi seluruh alam.
Wallahu’alam bishshawab.











