Pewarta: Dwi Arifin
(Koran SINAR PAGI)-, Sebentar lagi masyarakat di Indonesia akan merayakan Lebaran atau Idul Fitri 1445 H. Tradisi tahunan hari raya yang identik dengan mudik ke kampung halaman.
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah pemudik mencapai 193,6 juta orang. Jumlah tersebut dinilai mengalami kenaikan sekitar 60 persen dari tahun lalu yang hanya berjumlah 123,8 juta orang pemudik.
Menjelang lebaran dan arus mudik yang akan berlangsung beberapa hari lagi. Pemerintah daerah Majalengka mengingatkan agar ratusan motor Nmax yang dibagikan ke lurah dan kepala desa di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, bertujuan untuk pelayanan pada masyarakat yang tinggal di gang sempit susah dijangkau oleh kendaraan seperti mobil sekalipun. Tidak dipakai untuk kepentingan pribadi atau keluarga, seperti mudik ke kampung halaman.
Dr. H. Dedi Supandi S.STP, M.Si, Pj Bupati Majalengka Jawa Barat mengingatkan motor Nmax tidak boleh dipakai untuk mudik lebaran dan jalan-jalan. Apabila ketahuan konsekuensi motor itu akan ditarik kembali. “Nmax tidak boleh dipakai mudik dan jalan-jalan, tapi boleh dipergunakan untuk silahturahmi dengan warga, ” kata Pj Bupati Majalengka
Selain itu Pj Bupati Majalengka menegaskan akan memberikan sanksi penarikan kendaraan dinas jika ada kendaraan oprasional yang nekat dipakai untuk mudik.
“Kalau untuk kendaraan mobil dinas silahkan saja, jika hanya dipakai masih seputaran Majalengka, tapi apabila sampai ke luar daerah untuk mudik itu tidak boleh. Kalau ada yang melanggar akan ditarik kendaraan tersebut”, ungkapnya kepada wartawan media cetak dan online (3-4-2024)
https://www.koransinarpagijuara.com/2022/06/26/media-cetak-diprediksi-lebih-menyehatkan-akal-pikiran-dibandingkan-media-sosial/












