Liputan Khusus

30 Menit Weekend Bersama Kepala Sekolah, Drs. Iwan Kurniawan Ajak Para Pendaftar Wujudkan PPDB Terbaik 2024

adminsigiku.com
×

30 Menit Weekend Bersama Kepala Sekolah, Drs. Iwan Kurniawan Ajak Para Pendaftar Wujudkan PPDB Terbaik 2024

Sebarkan artikel ini

Pewarta: Dwi Arifin

(Koran SINAR PAGI)-, Dinas  Pendidikan Jawa Barat bersama  Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jawa Barat yang terdiri dari Pj Gubernur Jawa Barat, Pangdam lll/Siliwangi, DPRD Jabar, Kejaksaan Tinggi, Kepolisian Daerah, dan pimpinan lembaga lainnya. Berkomitemen untuk mewujudkan Penerimaan Peserta Didik Baru / PPDB di Jabar Terbaik 2024, berjalan lancar, objektif, transparan, dan akuntabel, memastikan hak setiap peserta didik mendapatkan akses  pendidikan yang berkualitas dan menghilangkan jalur siswa titipan yang sering menjadi masalah tahunan.

Kepala SMAN 1 Banjaran Kabupaten Bandung, Drs. Iwan Kurniawan mengajak para pendaftar yang tidak lulus di tahap 1 dan 2, nanti tidak memaksakan masuk ke SMAN 1 Banjaran. Karena jumlah kursi sudah ditentukan oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat. Sehingga tidak ada celah untuk memaksakan diterima. Jangan percaya jika ada pihak-pihak yang menawarkan bisa meloloskan.

“Panitia PPDB di Sekolah hanya pelaksana, bukan pihak yang menentukan siswa diterima atau tidaknya. Hal itu berdasarkan aturan dan sistem yang dibuat oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat. Sudah semestinya ada perubahan paradigma di masyarakat, bahwa bersekolah tidak harus memaksakan ke negeri, karena sekolah swasta juga banyak yang bagus. Pihak sekolah juga berharap masyarakat yang mendaftar memiliki kesadaran untuk mendukung PPBD terlaksana sesuai aturan,” ungkapnya saat interaktif di program Koran SINAR PAGI “30 Menit Weekend Bersama Kepala Sekolah”.

Melihat kondisi tahun lalu, Drs. Iwan Kurniawan mengungkapkan sering munculnya desakan dari pendaftar yang tidak diterima, mereka mengira masih ada jalur, selain PPDB tahap 1 dan 2 atau PPDB secara offline. Dengan alasan keinginan CPD masuk di sekolah, karena SMAN 1 Banjaran adalah satu-satunya SMA Negeri di Kecamatan Banjaran dan kecamatan lain sekitarnya. Sehingga diperebutkan oleh banyaknya peminat atau mungkin dianggap sekolah favorit di sekitar Banjaran, sebab tidak adanya SMA Negeri dibeberapa kecamatan sekitar.

Drs. Iwan Kurnaiwan juga menceritakan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Banjaran sempat menerima audiensi terkait  Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2024. Pihak sekolah, Komite  sekolah, organisasi kemasyarakatan (Ormas), Tokoh Masyarakat, kepala Desa Banjaran dan Ciapus yang diwakili oleh Sekdes, dihadiri oleh Camat Banjaran, Kapolsek, Danramil Banjaran dan kanit Satpol PP kecamatan yang dilaksanakan di Aula SMAN 1 Banjaran, Kamis (06/06/2024).

Pada pertemuan tersebut masyarakat ingin menyampaikan aspirasi tentang kondisi SMAN 1 Banjaran yang berlokasi di Kecamatan Banjaran, dikelilingi oleh Kecamatan Cimaung, Arjasari, Pamengpeuk, Cangkuang dan kadang ada siswa pendaftar dari Pangalengan, karena jaraknya lebih dekat ke SMAN 1 Banjaran dibandingkan ke SMAN 1 Pangalengan.

“Hasil audiensi sudah disampaikan ke kantor cabang Dinas Pendidikan VIII sebagai masukan kepada Dinas Pendidikan Jawa Barat,”ucapnya

Lebih lanjut, Drs. Iwan Kurniawan bersama panitia PPDB tahun ini menyatakan akan berupaya mensukseskan target Pemerintah Provinsi Jawa Barat mewujudkan PPBD Terbaik 2024 & program kouta khusus yang tersedia di SMA Negeri 1 Banjaran sebagai sekolah penyangga.

“Sesuai dengan arahan Dinas Pendidikan bagi calon peserta didik baru yang berada di 16 kecamatan tanpa sekolah negeri dan swasta. Serta 112 kecamatan yang tidak memiliki SMA/SMK negeri, disediakan 2.635 kuota khusus untuk disalurkan ke 137 SMA negeri sebagai sekolah penyangga,”ucapnya.

Drs. Iwan Kurniawan menjelaskan bahwa layanan pendidikan merupakan kebutuhan wajib yang harus diberikan kepada masyarakat. Bagi sekolah negeri yang diminati oleh masyarakat harus disambut bahagia atau disyukuri, karena ada sekolah negeri di Kertasari yang dulu saya pimpin justru kekurang siswa. Sehingga harus berupaya memberikan reward kepada calon siswa untuk memenuhi kouta yang tersedia.

Selain itu pihaknya juga sering berdiskusi agar sekolah swasta di Kabupaten Bandung agar dapat memberikan layanan pendidikan yang sama-sama diminati seperti sekolah negeri. Bahkan kalau sekolah swastanya dinilai lebih hebat dari sekolah negeri, maka sekolah swasta tersebut sudah menerima daftar antri sebelum penerimaan siswa baru dibuka.

Saat ditanya perihal pelaksanaan SMA Terbuka di SMAN 1 Banjaran, Drs. Iwan Kurniawan mengatakan hari sabtu ini pihak sekolah mewisuda sekitar 30 orang siswa lulusan SMA Terbuka dan untuk penerimaan peserta didik baru SMA Terbuka di SMAN 1 Banjaran setiap tahunnya berlangsung di bulan agustus, biasanya tersedia maksimal untuk 3 kelas.

https://www.koransinarpagijuara.com/2022/06/26/media-cetak-diprediksi-lebih-menyehatkan-akal-pikiran-dibandingkan-media-sosial/