OPINI/Artikel

Spirit Whoosh

adminsigiku.com
×

Spirit Whoosh

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Hadirnya alat transfortasi kereta cepat yang bernama whoosh, telah mengubah percepatan layanan. Bandung Jakarta biasa tiga jam, kini hanya 40 menitan. Ini sebuah percepatan layanan.

Bagi Herman Suryatman sebagai Sekda Jawa Barat keberadaan whoosh bisa memberi inspirasi pada perubahan layanan pemerintahan. Layanan pemerintahan pun harus cepat, akseleratif.

Tata kelola pemerintah harus efektif, cepat dan berpihak pada masyarakat. Kecepatan menurut Robert B. Tucker (2001) adalah bagian dari ciri kehidupan abad 21. Harus serba cepat dan tepat dalam melayani tuntutan manusia.

Pemikiran Herman Suryatman terkait pentingnya kecepatan dalam melayani masyarakat, identik dengan pemikiran Robert B. Tucker dan Christensen terkait era disrupsi. Lambat, tertunda dan menjeda akan menghambat pembangunan.

Sahabat pembaca, bukankah Nabi Muhammad SAW jalannya cepat? Ini menjelaskan bahwa “kecepatan” adalah bagian dari sebuah syarat untuk meraih sebuah kesuksesan. Plus syukur terhadap energy yang Allah berikan.

Ada ungkapan “Siapa cepat, siapa dapat”. Orang Indonesia kebanyakan santai dan menganggap waktu bukan hal berharga. Padahal orang Barat menganggap waktu identik uang, dikaitkan dengan dimensi matrealistik.

Dalam ajaran agama waktu sangat berharga, melintasi hal material. Waktu adalah harta paling berharga untuk melakukan hal terbaik dalam hidup, tidak hanya orientasi material. Waktu adalah kesempatan emas melakukan yang terbaik.

Herman Suryatman mengajak pada kita semua untuk menjadi pribadi yang punya kecepatan dalam berikhtiar, terutama para pelayan masyarakat. Walau tentu saja kecepatan berbeda dengan tergesa gesa.