OPINI/Artikel

Merasa Tak Menjahati

adminsigiku.com
×

Merasa Tak Menjahati

Sebarkan artikel ini

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Kebanyakan kita bisa absen dari sejumlah kebaikan, kecil atau besar. Bisa tak sadar kita atau seseorang melakukan sebuah tindakakan negatif dan kita tidak merasa melakukannya.

Misal dalam dunia layanan pendidikan. Bisa jadi seorang guru merasa benar menyampaikan sebuah informasi, ilmu dan narasi kebaikan, padahal menyesatkan.

Contoh, bila seorang guru mengatakan, “Hanya agama tertentu yang benar”. Padahal realitas anak didik adalah ragam agama. Hal yang benar katakan, “Semua harus berakhlak baik, apa pun agamanya”.

Contoh lainnya, “Anak anak jangan kesiangan dan terlambat masuk kelas ya”. Kata kata ini bisa menjadi benar bila Sang Guru mencontohkannya.

Sebaliknya, kata kata di atas bisa menjadi kebohongan dan tak bermakna, bila Sang Guru malah sering terlambat masuk ruang kelas. Anak bisa berkesimpulan lain, “Kata tak sesuai fakta”.

Contoh lainnya, bila seorang guru begitu hebat menjelaskan, menjejalkan dan mencontohkan rumus rumus mata pelajaran. Namun disisi lain Ia tidak pernah mendidik. Hanya mengajar saja.

Hebatnya seorang guru dalam menjelaskan mata pelajaran tapi minus mendidik, salah juga. Mengapa? Karena mendidik, membuat anak berakhlak dan mendewasa lebih utama dari penguatan mata pelajaran.

Ungkapan “Adab di atas ilmu, kemanusiaan di atas agama”. Adalah sebuah ajakan agar mengutamakan akhlak di atas segala pengetahuan apa pun.

Menjadi pengajar lebih mudah dari menjadi guru/pendidik. Menjadi guru sangatlah syuliiiit. Apa pun yang kita lakukan dihadapan anak didik jadi pelajaran dan contoh. Sunggguh berat!

Dosen itu mengajar, tidak identik dengan pendidik. Mereka identik akademisi dan ilmuwan. Sudah tidak ada “beban” mendidik karakter pada mahasiswanya.

Beda dengan para guru, terutama di pendidikan dasar, benar benar mendasari, memberi dasar dasar karakter. Waspada! Bisa jadi kita merasa baik baik saja padahal telah jahat pada anak didik.

Tidak memberi contoh, tidak mengapresiasi, tidak memandang sama semua anak didik, tidak ramah dan melayani adalah sebuah “kejahatan” yang tak disadari.